by

3.991 PMI Asal Karimun Belum Bisa Kembali ke Malaysia

KARIMUN (HK)-Selama masa pandemi covid-19 dan kebijakan lockdown atau penutupan wilayah oleh pemerintah Malaysia sejak 17 Maret 2020, banyak warga Karimun yang selama ini mencari nafkah di negeri jiran itu sudah pulang ke kampung halamannya masing-masing. Mereka tersebar di 12 kecamatan di Karimun.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat pencanangan BUMN Tangguh Covid-19 di PT Timah Tbk Kundur mengatakan, sejak 17 Maret hingga dihentikannya jalur pelayaran Malaysia-Karimun, sebanyak 3.991 warga Karimun yang selama ini bekerja di Malaysia sudah pulang ke kampung halamanya.

“Selama masa pandemi covid-19 ini, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia masuk lewat Karimun sebanyak 17.751 orang. Dari jumlah itu, 3.991 orang merupakan warga Karimun,” ujar Aunur Rafiq.

Kata Rafiq, semua warga Karimun yang pulang dari Malaysia tersebut masih berada di daerah masing-masing. Sebab, sampai saat ini rute pelayaran kapal fery cepat dari Karimun ke Malaysia dan sebaliknya masih belum dibuka.

Aunur Rafiq mengatakan, dari 12 kecamatan yang ada di Karimun, jumlah warga Karimun yang pulang dari Malaysia itu paling banyak berasal dari Kundur, kedua Buru dan ketiga Kecamatan Karimun.

“Semua warga karimun yang pulang dari Malaysia tersebut dalam keadaan baik. Tidak ditemukan satupun diantara mereka yang terpara virus corona. Hanya saja, begitu sampai di Karimun mereka dulunya wajib menjalani karantina di SMPN 2 Tebing sebagai lokasi yang sudah ditunjuk oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Mereka yang saat itu menjalani karantina mandiri, masuk dalam dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP). Namun, setelah menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif, mereka akhinya dibolehkan pulang ke rumah.

“Secara keseluruhan, penanganan covid-19 di Karimun cukup baik. Selama masa pandemi ini, ditemukan 6 kasus positif corona. Karena itu, Karimun sempat masuk dalam zona kuning, kemudian kasus menjadi nol hingga Karimun ditetapkan jadi zona hijau,” ungkap Rafiq.

Setelah sebulan tak ada kasus positif, kemudian muncul lagi satu kasus positif dan beberapa PDP, sehingga Karimun jadi kuning lagi. “Namun saya yakin, sekarang sudah kembali zona hijau,” pungkasnya. (ham)

News Feed