by

BC Kepri Akselerasi Ekspor Bungkil Kelapa ke Malaysia

KARIMUN (HK)-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, KSOP, dan instansi vertikal lainnya di Karimun melakukan akselerasi ekspor produk pertanian bungkil dan air kelapa ke Malaysia.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto dalam keterangan pers, Kamis (16/7/2020) mengatakan, akselerasi ekspor bungkil dan air kelapa ke Malaysia tersebut di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Wabah yang telah merebak sejak awal 2020 lalu telah memberi dampak pada lesunya ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia,

“Walau di tengah lesunya ekonomi dunia, Kanwil DJBC Khusus Kepri bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun tetap menggenjot upaya ekspor berbagai industri dengan melakukan kemudahan fasilitasi ekspor, salah satunya ekspor bungkil dan air kelapa”, ungkap Agus.

Kata Agus, salah satu tugas Bea Cukai adalah menjamin terselenggaranya perdagangan internasional dibidang ekspor agar bisa berjalan denggan baik. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden RI terkait kemudahan investasi dan cost logistik murah atau yang dikenal dengan Ease of Doing Business (EODB).

“Untuk wilayah Kepulauan Riau, merupakan daerah yang potensial dari sisi sumber daya alam baik perikanan dan pertanian, disamping hasil tambang yang telah memberi nilai tambah bagi daerah”, jelas Agus Yulianto.

Dikatakan, sejak tahun 2020 total ekspor untuk produk pertanian dari kelapa mencapai devisa yang tinggi. Untuk total devisa ekspor bungkil dan air kelapa mencapai Rp20.855.900.000 dengan total 42 Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Menurut dia, Bea dan Cukai Khusus Kepri telah banyak memfasilitasi kemudahan ekspor, seperti beberapa waktu lalu sudah mencoba melakukan direct pengurusan dokumen ekspor untuk pengolahan ikan di wilayah Bintan. Selain itu, wilayah Kepri terdapat industri perkebunan seperti sagu, gambir, nanas, pisang.

“Ini semua menjadi tugas DJBC Khusus Kepri dan seluruh stakeholder untuk bisa mengakselerasi tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar mampu bersaing ke pasar regional maupun internasional”, pungkasnya. (ham)

News Feed