by

Pemko Tanjungpinang Tambah Anggaran BLT

TANJUNGPINANG (HK) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang tetap akan membagikan bantuan sosial (bansos) Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat miskin dan masyarakat yang terdampak Covid-19.

Hal ini disampaikan Plt Walikota Tanjungpinang Hj Rahma di Tanjungpinang,Selasa (14/7)

“Pemko sudah menambah anggaran menjadi Rp18 miliar. Sebelumnya, anggaran yang tersedia hanya Rp12,5 miliar. Sekitar 30 ribu Kepala Keluarga (KK) sebagai penerima BLT, “ungkap Rahma.

Menurut Rahma menyebutkan, nantinya masing-masing KK akan menerima bantuan senilai Rp600 ribu.

“BLT nanti akan di transfer ke masing-masing penerima. Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Amrialis menemui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Kepri, terkait BLT,” jelas Rahma.

Dalam pertemuan itu, BPKP menyarankan meskipun sudah diterapkan new normal, Pemko tidak masalah bila menyalurkan BLT dan tidak melanggar aturan.

“Kepastian BLT akan tetap dibagikan,” ujar Rahma saat menggelar jumpa pers di kantor Walikota Tanjungpinang.

Kata Rahma, BLT tersebut akan disalurkan setelah penyaluran bantuan sembako dari pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, selesai.

Rahma mengatakan penyaluran BLT ini belum terlambat, akan tetapi ada beberapa proses yang menjadi pertimbangan yang telah disepakati oleh Pemko Tanjungpinang dikarenakan pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir.

Dan belum bisa dipastikan sampai kapan akan hilang di kota Gurindam ini. Bukan berarti lanjutnya, Pemko Tanjungpinang tidak mau atau enggan menyalurkan BLT.

”Kita telah menyalurkan bantuan sembako tahap 1 dan 2, dari segi jumlah penerima pasti berbeda, kini Pemprov Kepri akan menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat Kota Tanjungpinang secara bertahap dengan jumlah keseluruhan 35.090 sesuai dengan jumlah data penerima pada tahap ke-2, penyaluran tersebut saat ini masih belum bisa dipastikan, dan hari ini (14/7) data dari kelurahan harus segera rampung dan akan diverifikasi kembali oleh Dinsos Kota Tanjungpinang berdasarkan by name, by address,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, terdapat beberapa pertimbangan terkait penyaluran BLT. Menurut Rahma, BLT tersebut akan tetap disalurkan melainkan pertimbangan bahwa Covid masih ada disekitar kita dan apabila ada kemungkinan terburuk dengan situasi dan kondisi, anggaran Pemko habis untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19.

”Kita tidak bisa prediksi, sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir, kita antisipasi jika ada hal terburuk terjadi, maka anggaran penanganan dan penanggulangan Covid-19 Pemko Tanjungpinang akan habis jika kita salurkan tanpa memikirkan hal terburuk terjadi, selain itu Pemprov Kepri juga akan menyalurkan sembako untuk masyarakat Kota Tanjungpinang,” ujarnya. (eza/efr)

News Feed