by

Jika Tuntutan Driver Tak Dikabulkan, Komisi I Bakal Rekomendasikan Gojek Ditutup di Batam

BATAM (HK) – Tuntutan para driver Gojek Kota Batam yang melakukan demo tentang penolakan program Berkat yang dikeluarkan oleh manajemen Gojek Indonesia di kantor Gojek dan DPRD Kota Batam belum menemui titik terang dan hasil sesuai yang diharapkan, Senin (13/7/2020).

“Semua tuntutan yang disampaikan belum ada yang bisa diputuskan hari ini, namun dalam waktu secepatnya kita harus mendapatkan hasil dari tuntutan yang diinginkan oleh driver Gojek,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha.

Disampaikan Utusan, pihaknya merekomendasikan dua hal penting kepada pihak Gojek Kota Batam dan juga perwakilan dari manajemen Gojek pusat yang hadir langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi I DPRD Kota Batam.

Pertama, meminta manajemen Gojek untuk segera mengevaluasi program Berkat yang berjalan saat ini guna untuk kondusifnya keamanan Kota Batam, yakni dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

DPRD Kota Batam tidak ingin adanya setiap hari pergerakan jalanan yang dilakukan oleh driver yang ada di Kota Batam.

Kedua, manajemen Gojek tidak boleh memberikan tindakan-tindakan kepada driver yang melakukan demo tersebut. Jika tidak ada tindak lanjut dalam waktu dekat ini maka akan kembali diagendakan RDP lanjutan.

“Bahkan tidak ditutup kemungkinan nantiya kami akan merekomendasikan pemutusan perizinan Gojek di Kota Batam ini kepada pemerintah,” tegas Utusan setelah melakukan RDP tersebut.

Lanjutnya, dia berharap manajemen Gojek untuk membuka hati nuraninya dan mendengarkan jeritan driver Gojek yang telah melakukan demo tersebut. Kejayaan Gojek saat ini adalah berkat dari driver.

“Pekerjaan driver itu bukanlah pekerjaan yang mudah, dimana awalnya dulu mereka harus berhadapan dengan ojek-ojek konvensional, sehingga saat ini dia memasuki buah dan hasil pergerakan sebelumnya,” ungkap ketua fraksi Hanura tersebut.

RDP tersebut juga dihadiri oleh, ketua komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, Wakil Ketua Harmidi Umar Husen, anggota Tan A Tie, Tohap Erikson Pasaribu, Siti Nurlaila, Safari Ramadhan dan Muhammad Fadhli.(dam)

News Feed