by

Tanpa Syarat Ini, Sekolah di Karimun tak Boleh Dibuka

KARIMUN (HK)-Tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2020. Khusus untuk Karimun, sekolah yang boleh dibuka itu baru jenjang SMA dan SMP sederajat. Dua bulan berikutnya, menyusul jenjang SD. Ada beberapa syarat dan ketentuan agar sekolah boleh dibuka kembali pada saat dimulai fase new normal covid-19 ini.

Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Bakri Hasyim menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika sekolah mulai menerapkan pola belajar tatap muka antara guru dan siswa di sekolah.

Pertama, daerah tempat berdirinya sekolah tersebut harus berstatus zona hijau yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Kedua, harus izin dari kepala daerah setempat, dalam hal ini Bupati Karimun, Aunur Rafiq. “Apabila Bupati Karimun membolehkan, maka sekolah tersebut boleh dibuka kembali,” ujar Bakri Hasyim di Tanjungbalai Karimun, Jumat (10/7/2020).

Ketiga, harus seizin orang tua siswa. Kalau masih ada orang tua yang ragu untuk mengizinkan anaknya sekolah dengan cara tatap muka, maka sekolah tetap tak boleh dibuka, maka anak-anak dibolehkan belajar di rumah dan sekolah tersebut tidak akan diberi sanksi.

“Bagi orang tua yang ragu atau takut untuk mengantar anaknya belajar ke sekolah selama masa pandemi covid-19, silakan. Tentu sekolah harus bermusyawarah dulu dengan orang tua siswa terkait dibolehkannya proses belajar dengan cara tatap muka di sekolah. Kalau orang tua lebih banyak menolak, maka belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan di sekolah,” jelasnya.

Kata Bakri, pada saat pendaftaran ulang, anak-anak diberi surat pernyataan kesanggupan untuk belajar dengan cara tatap muka di sekolah.

“Ada beberapa sekolah, yang orang tuanya menginginkan proses belajar mengajar dengan tingkat presentase mencapai 98,9 persen, hanya sedikit saja orang tua yang menginginkan belajar di rumah. Artinya, persetujuan orang tua mempengaruhi proses belajar siswa dengan cara tatap muka di sekolah,” pungkas Bakri. (ham)

News Feed