by

Polisi Amankan Ribuan Handphone BM di Ruko Taman Indah Nagoya

BATAM(HK) – Ditreskrimsus Polda Kepri amankan handphone black market sebanyak 2,389 unit di Ruko Taman Indah Nagoya, Lubuk Baja pada Kamis (2/7/2020) lalu.

Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Kepri, AKBP Priyo Prayitno menjelaskan pengungkapan ribuan handphone BM ini bermula dari laporan polisi yang terima oleh pihaknya pada Sabtu (4/1/2020) tempo lalu.

“Kronologisnya berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat terkait adanya dugaan tempat penyimpanan handphone yang diduga tidak memiliki sertifikasi,” ungkap Priyo,” ungkap Priyo didampingi Wadir Reskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan bersama Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Kepri l, AKBP Tidar Wulung Dahono di Mapolda Kepri, Jumat (10/7/2020).

Lanjutnya, setelah mendapatkan Informasi tersebut Tim Subdit I Ditreskrimsus Polda Kepri langsung bergerak menuju ke Ruko Taman Indah Nagoya.

“Saat dilakukan pengecekkan, ternyata benar di lokasi tersebut didapatkan sebanyak 2.389 unit handphone berbagai merek diantaranya Nokia, Samsung dan Lenovo dengan pemilik berinisial A,” bebernya.

Di tempat yang sama, Nugroho mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan, pemilik tidak dapat menunjukkan sertifikasi dari kemenkominfo terhadap jenis dan merek handphone tersebut.

“Dari pengakuan pemilik, sebanyak 2.389 unit handphone berbagai merek tersebut diperoleh dari negara Cina yang dibawa oleh jasa pengiriman,” jelasnya.

Dari perdagangan handphone black market ini negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp600 juta.

Atas tindakan ini, pelaku diancam dengan Pasal 52 Jo Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp100 juta. (bob)

News Feed