by

Sekitar 11 Ribu Rumah di Batam Sudah Dipasangi Pipa Proyek IPAL

Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tengah dikerjakan Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini sudah sampai pada tahap penyelesaian. Diperkirakan awal 2021 nanti, proyek ini akan selesai.

Sebanyak 43 perumahan di Batam atau lebih 11.000 rumah sudah terpasang pipa yang terhubung dengan stasiun pompa dengan tujuan akhir di IPAL atau yang disebut Waste Water Treatment Plant (WWTP) di Bengkong Sadai.

Diketahui, IPAL merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air, terutama limbah dari perumahan masyarakat sehingga air yang diolah tersebut dapat dialirkan ke waduk dan dapat digunakan untuk kegiatan yang lain.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, dengan telah dipasangnya pipa di 43 perumahan itu, menjadikan proyek tahap pertama ini akan dapat diselesaikan pada awal tahun nanti.

“Pipa yang dipasang di rumah-rumah warga tersebut bertujuan untuk mengalirkan air limbah rumah tangga ke stasiun pompa yang kemudian dialirkan ke tempat pengolahan limbah di Bengkong Sadai,” ucap Iyus.

Dia menjelaskan, selama ini, air limbah dari rumah tangga tersebut mengalir ke waduk-waduk di Batam lewat drainase tanpa ada saringan.

“Rata-rata air limbah dari rumah tangga ini memiliki bahan kimia seperti sabun, odol, dan limbah biologis. Dengan diolahnya air limbah rumah tangga ini, maka air yang sudah bersih dari bahan kimia dan biologi dapat dialirkan ke waduk-waduk di Batam. Dengan begitu, air baku yang ada di waduk merupakan air yang bebas zat kimia,” terangnya lagi.

Iyus menjelaskan, setiap rumah di Batam nanti akan disambungkan dua pipa, yaitu pipa air tinja dan pipa air cucian (dapur).

“Air limbah berupa air tinja, air bekas mandi, dan air cucian (dapur) akan mengalir melalui pipa yang dipasang di setiap rumah menuju ke bak kontrol. Dari bak kontrol, limbah ini akan dikirim ke IPAL yang ada di kawasan Bengkong Sadai. Dari IPAL inilah air yang sudah bebas dari bahan kimia dan biologis dialirkan ke waduk-waduk sebagai air baku,” terang Iyus melanjutkan.

Dia mengungkapkan, proyek IPAL ini akan dibuat di tujuh kawasan di Batam, yakni, Batam Centre, Tanjung Uma, Bengkong, Telaga Punggur, Tembesi, Sekupang, dan di Kabil.

“Untuk tahap awal, proyek dilaksanakan di Batam Centre. Hal ini dikarenakan air limbah di kawasan ini langsung menuju waduk Duriangkang yang merupakan waduk terbesar di Batam. Kita ingin, sebelum air itu menuju waduk tersebut, limbahnya disaring dahulu agar kualitas air baku di waduk Duriangkang tetap terjaga,” tuturnya lagi.

Dia menambahkan, dengan adanya IPAL ini, drainase perumahan akan bersih, septic tank tidak ada lagi, dan hewan-hewan di parit seperti tikus dan kecoa akan berkurang.

“Lingkungan di tengah masyarakat akan semakin baik dan asri. Inilah salah satu tujuan proyek IPAL ini”, pungkasnya. (hkc/adv)

News Feed