by

Hati-hati, Ada Handphone BM Tersebar ke 18 Konter di Pusat Perbelanjaan Elektronik Kota Batam

BATAM(HK) – Pasca diamankannya handphone black market (BM) oleh Ditreskrimsus Polda Kepri di Ruko Taman Indah Nagoya pada Kamis (2/7/2020) lalu, ternyata ribuan handphone BM itu sebelumnya sudah didistribusikan ke beberapa konter yang tersebar di pusat perbelanjaan elektronik di Kota Batam.

Hal itu disebutkan langsung oleh Wadir Reskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan saat gelar konferensi pers di Mapolda Kepri pada Jumat (10/7/2020) pagi.

Dari pengakuan Bos Handphone BM dengan inisial A itu, didistribusikan ke 18 konter handphone yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan elektronik di Kota Batam.

“Yakni diantaranya di kawasan Lucky Plaza, Nagoya Hill, Top 100 dan di Aviari,” ungkap Nugroho.

Usut punya usut, ternyata asal muasal ribuan handphone BM tersebut diperoleh A dari Negara Cina yang dibawa oleh jasa pengiriman inisial BZ dan H.

Sesampainya di Batam, barang ilegal itu disimpan disebuah gudang yang ada di Ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja.

Namun, tak berhenti disitu saja. Tim Ditreskrimsus Polda Kepri akan terus mengembangkan kasus tersebut. Dari hal ini kemungkinan akan ada dugaan tindak pidana lainnya baik itu diperdagangan atau di kepabeanan nya.

“Nanti kita akan lakukan kordinasi dengan Bea Cukai. Langkah kita kedepannya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yakni Kominfo, dan kita akan mintakan juga keterangan dari para ahli perihal spesifikasi dari teknis dan sertifikasi dari barang-barang itu sendiri,” ungkap Nugroho.

Adapun modus yang dilakukan oleh pelaku A adalah memperdagangkan handphone dengan tidak memiliki sertifikasi yang diperoleh dari Cina (black market) dengan motif untuk memperoleh keuntungan.

Diketahui sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menyegel salah satu Konter Handphone WW Ponsel di Kawasan Lucky Plaza, Blok G Nomor 2, Lt 1 saat gelar razia handphone BM pada Senin (6/7/2020) lalu.

Dalam giatnya itu, Tim dari Disperindag Kota Batam mengambil sembilan sampel handphone, tiga baru dan enam seken dari konter yang ada di Lucky Plaza. Hingga kini sembilan sample handphone itu masih dalam proses pemeriksaan.

Tak lupa, Gustian mengimbau kepada seluruh  masyarakat khususnya Kota Batam yang ingin membeli handphone harus benar- benar teliti agar tidak tertipu atau mendapatkan barang black market. (bob)

News Feed