by

Pengembangan Apa yang Dilakukan di Bandara Hang Nadim dengan Memanfaatkan Panjangnya Runaway?

Sebagai bandara yang masuk dalam kategori Kelas Utama, Bandara Hang Nadim memiliki keistimewaan yakni memiliki runaway sepanjang 4025 x 45 M dengan kekuatan landas pacu PCN 85.

Menurut Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) dan Teknologi Informasi Komunikasi Badang Pengusahaan (BP) Batam, Suwarso, hal itu menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai bandara dengan runaway terpanjang di Asia Tenggara.

“Ini sebuah keunggulan besar bagi Hang Nadim. Sebab, pesawat jenis apapun bisa landing di sini. Dan ini juga menjadikan Bandara Hang Nadim bisa menjadi bandara altenatif bagi sejumlah daerah bahkan bagi Singapura jika bandara di negara itu mengalami kendala,” ucap Suwarso.

Dia menjelaskan, di awal pembangunan Bandara Hang Hadim, bagaimana kondisi hari ini dan yang akan datang, telah menjadi pemikiran Ketua Otorita Batam (kini Badan Pengusahaan [BP] Batam) sebelumnya yakni BJ Habibie.

“Saat pembangunan awal, Pak Habibie sudah memperkirakan perkembangan pembangunan di Batam, Kepri, daerah lain di Indonesia, termasuk negara tetangga. Makanya, segala hal yang akan mendukung perkembangan itu disiapkan dengan baik. Salah satunya membangun runaway yang panjang di Bandara Hang Nadim,” terang Suwarso.

Sebagai salah satu contoh konkret, setiap musim haji, Bandara Hang Nadim bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar seperti Saudi Arabian Airlines.

“Makanya, ada penerbangan langsung Batam-Arab Saudi. Demikian juga dalam sejumlah waktu, pesawat carteran dari luar negeri juga bisa mendarat di Hang Nadim. Potensi inilah yang akan kita kembangkan,” lanjut Suwarso.

Dia mengungkapkan, dengan luas area yang mencapai, 1.762 ha, kedepan Bandara Hang Nadim akan dilengkapi berbagai fasilitas industri, e commerce, telekomunikasi, logistic, hotel, retailer, entertainment centers, exhibition hall dan perkantoran.

“Ini menjadi program kita kedepan. Kita ingin mengembangkan Bandara Hang Nadim sebagai Logistic Aerocity. Konsep inilah yang tengah digodok saat sekarang,” tuturnya.

Selain memiliki runaway yang cukup panjang, tambah Suwarso, Bandara Hang Nadim memiliki failitas seperti Garbarata 6 gate 10 aviobridge; kapasitas Apron Luas 690m x 140m and 225m x 49m, ini bisa untuk 8 pesawat berbadan lebar dan 5 Pesawat berukuran sedang atau; 16 Pesawat Narrow body dan 5 pesawat ukuran sedang. Lalu, Air Traffic Control & Navigational Aids didukung oleh Radar Surveillance Tanjungpinang.

Selain itu, untuk Penanggulangan Kecelakaan Pesawat dan Pemadaman Kebakaran (PKP-PK): Cat IX, Hang Nadim memiliki 3 unit Foam Tender Tipe I Kapasitas 12.500L, 2 unit Foam Tender Tipe II Kapasitas 10.000L, 1 unit Foam Tender Tipe IV kapasitas 5.000L, 1 unit Rapid Intervention Vehicle (RIV), 2 unit Nurse Tender, 2 unit Ambulance, 1 unit Commando Car, serta, 1 unit Utility.

“Saat sekarang, Hang Nadim melayani sekitar 10 maskapai dengan 18 rute penerbangan domestik dan satu penerbangan internasional,” pungkas Suwarso.(hkc/adv)

News Feed