by

Menanti Cinta dalam Ta’aruf

  • Puisi: Helmi Rizal

Dalam genggaman tahajud dan istikharahku
Tengadah tangan bermunajat dalam doa
Melantunkan secercah syair cinta Kepada-Nya
Menjelang subuh menyingsing
Sampai kugulung sajadahku
Sebelum embun mencium kening dedaunan.

Kumantapkan langkahku untukmu
Dalam ridho malaikat-malaikat tak bersayap
Antara kau dan aku yang akan menjadi kita
Bersabarlah untuk merajut waktu
Kupercaya kau masih berada dalam Genggaman-Nya.

Cintailah seseorang itu dengan sederhana,
Andaipun suatu saat kita tak bisa saling memiliki,
Takan sulit melepaskannya.

Cinta sebelum menikah itu adalah cinta semu,
Sementara cinta setelah menikah,
Itulah cinta sebenarnya yang telah diberkahi dengan Ridho-Nya.

Hidup memang pilihan!
Apa kita harus tenggelam dalam cinta semu?
Atau tenggelam dalam Cinta-Nya.

Inginku menyayangimu, tapi tak sekarang
Inginku mencintaimu, tapi tak sekarang
Inginku memilikimu, tapi tak sekarang.

Pasti nanti suatu saat nanti,
Dalam sebuah ikatan suci yang di ridhoi Oleh-Nya,
Karena jika kini ku penuhi keinginanku,
Maka aku akan menodai kasih putih sang Illahi dan menodai cinta sucimu.

Karena ta’aruf lebih suci dari pada yang lain,
Karena ta’aruf itu mengharap cinta atas dasar cinta karena-Nya
dan bersatunya cinta karena ALLAH semata.

Belajarlah dari Ali bin Abi Thalib,
Cinta tulus yang dibalut kesabaran dan keikhlasan
Bisa melewati masa yang sangat sulit
“tiada laki-laki sejati seperti Ali bin Abi Thalib”
Dan ALLAH pertemukan jua dengan Fatimah Az Zahra
Karena Allah adalah sumber atas semua cinta.*

Batam, Juli 2020

News Feed