by

Bahas Biaya Rapid Test, Walikota Batam Akan Undang Pihak Rumah Sakit dan Klinik

Batam (HK) – Terkait mahalnya biaya Rapid test di rumah sakit maupun di klinik hingga mencapai Rp 400 ribu di kota Batam, Walikota Batam, Muhammad Rudi angkat bicara.

Untuk menanggapi keluhan masyarakat, Rudi pun akan mengumpulkan seluruh pihak rumah sakit negeri, swasta maupun pemilik klinik-klinik yang ada di Batam.

Hal itu dilakukan untuk membahas Rapid test senada senada surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait biaya Rapid test sebesar Rp 150 ribu.

“Mengenai biaya Rapid test ini, saya akan kumpulkan seluruh rumah sakit negeri, swasta maupun pemilik klinik-klinik yang di Batam ini,” ujarnya Rudi saat menghadiri acara silahturahmi dengan ketua RT/RW dan tokoh masyarakat Tembesi, Sagulung, Rabu (8/7/20) tadi malam.

Rudi pun juga mencontohkan, kenapa biaya Rapid test bisa semahal yang dialami masyarakat, dikarenakan pihak pertama, yang disambungkan lagi ke pihak kedua, hingga ke pihak ketiga jadi mahal seperti dialami masyarakat sekarang ini.

“Jadi, ini perlu dibahas agar beban masyarakat tak terlalu berat. Saya tahu apa yang dialami masyarakat saat ini. Dan perlu dikaji ulang lagi soal Rapid test ini,” ujarnya menjelaskan. (ded)

News Feed