by

Racik Ekstasi Sendiri di Rumah, Dua Pemuda di Karimun Ditangkap Polisi

KARIMUN (HK)-Keahlian dua pemuda di Karimun ini tak patut ditiru. Sebab, karena kepandaiannya meracik pil ekstasi sendiri di rumah, keduanya masing-masing inisial IS dan R akhirnya ditangkap polisi.

Penangkapan kedua pelaku berawal ketika polisi menangkap tersangka TS dan K di halaman parkiran salah satu hotel di kawasan Tanjungbalai Karimun, Sabtu (20/6/2020) sekitar pukul 19.00 WIB. Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita 2 butir pil berwarna biru tua dengan logo Hello Kitty.

Kedua tersangka mengakui, dua butir pil tersebut didapat dari inisial AS yang tinggal di Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun. Dari AS polisi kemudian mengembangkan lagi kasus tersebut dan berhasil membekuk IS dan R. Dari tangan ketiga pelaku ini, polisi menyita 3 butir pil lagi warna biru tua dengan logo Hello Kitty.

“Tersangka IS dan R mengaku mencetak sendiri pil tersebut di rumahnya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pil itu adalah narkotika jenis sabu-sabu, tepung, pecahan obat sakit kepala dan kapur sirih,” ujar Kapolres Karimun, AKBP M Adenan melalui Kasat Resnarkoba AKP Rayendra Arga Prayana, Jumat (3/7/2020).

Kata Rayendra, pil tersebut dicetak menggunakan casing handphone dan dibantu dengan 1 buah batang besi serta 1 buah pipa plastik. Polisi juga menyita satu buah mangkok plastik berisi serbuk berwarna biru tua yang terdapat kandungan metamfetamina. Tersangka mengaku baru mencetak 5 butir pil dengan warna biru tua dengan logo Hello Kitty.

“Menurut pengakuan tersangka, dia baru berhasil mencetak 5 butir pil dengan logo Hello Kitty. Pil tersebut dijualnya seharga Rp150 ribu per butir. Setelah kami cek ke laboratorium, dalam pil tersebut terdapat kandungan metamfetamina atau sabu-sabu,” terang Rayendra.

Dikatakan, tersangka mengaku belajar membuat pil tersebut dari youtube. Namun, pihaknya tidak percaya begitu saja. Sebab, selama ini belum pernah ditemukan adanya tayangan youtube yang mengajarkan cara-cara meracik ekstasi.

“Katanya sih belajar dari youtube. Tapi kita kan tidak percaya begitu saja. Kita akan mengembangkan terus kasus ini. Setahu saya, seseorang yang pandai membuat pil seperti ini baru pertama kali ditemukan di Karimun,” tuturnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 Undang–Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau pidana denda Rp800 ribu sampai dengan Rp10 miliar. (ham)

News Feed