by

Hadapi Tekanan Keuangan, Garuda Tetap Beroperasi Buat Mencegah Monopoli

JAKARTA (HK)-Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) yang tengah menghadapi tekanan, membuat pemerintah menggunakan dana talangan sebesar Rp8,7 triliun. Lantaran Garuda memiliki utang jatuh tempo sebesar USD500 juta pada pertengahan tahun ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kehadiran dan tetap beroperasinya Garuda Indonesia bisa mencegah adanya monopoli usaha di sektor penerbangan. “Karena kalau kita tutup sekarang ini jadi monopoli, saya bukannya anti Lion Air. Tapi kalau ini (Lion Air) cuma satu-satunya, akhirnya jadi monopoli,”ujar Erick di Jakarta, baru-baru ini.

Terkait kasus pengaturan harga tiket, dimana beberapa maskapai dinyatakan bersalah. Erick mengungkapkan, bahkan sebelum dirinya menjadi menteri pun, kasus ribu-ribut harga tiket pesawat sudah lebih dulu terjadi karena adanya oligopoli.

“Oligopoli merupakan penawaran satu jenis barang yang dikuasai oleh beberapa perusahaan yang umumnya lebih dari dua perusahaan, namun kurang dari 10,” jelasnya.

Erick menambahkan, dampak Covid-19 juga akan terjadi pada setoran BUMN kepada negara. Diperkirakan tahun depan BUMN hanya akan mampu menyetorkan dividen sebesar Rp 10 triliun-Rp 15 triliun saja.

“Mohon maaf, jebol dividen karena 90% kena Covid tahun ini Rp 43 triliun dividen dan (target awal) optimistis 2021 meningkat. Dengan adanya Covid kalo bisa 25% tahun ini yakni Rp10 triliun-Rp15 triliun,” pungkas Erick. [*]

 

 

 

sumber:sindo

News Feed