by

Ini Jumlah PMA dan PMDN di Batam

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono, mengungkapkan, jumlah PMA di Batam berjumlah 537 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 118.921 orang.

“PMA tersebut terdiri dari industri aneka, elektronik, furniture, kertas dan karton hinga jasa transportasi,” ujarnya, pada Selasa (30/6/2020).

Sedangkan, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berjumlah 772 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja berjumlah 50.344 orang.

“PMA tersebut juga terdiri dari industri aneka, elektronik, furniture, kertas dan karton hinga jasa transportasi.”

Sementara itu, lanjut dia, sampai sekarang, ada 26 kawasan industri dengan total tenant sekitar 509 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 98.348.

“Itu baru yang berada di kawasan industri. Untuk berada di luar kawasan industri, ada sekitar 800 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sekitar 70.917 orang. Jika ditotal, jumlahnya mencapai 1.309 perusahaan dengan 169.265 tenaga kerja,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi asing di Kota Batam pada triwulan pertama 2020 mencapai USD 388.542.

Realisasi nilai investasi asing tersebut berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) PMA.

“Pada Januari sampai Maret 2020 investasi PMA yang masuk sebesar USD 388.542,” jelasnya, Selasa (30/7/2020).

“Kita berharap, hal serupa juga terjadi pada triwulan II meski ada pandemi Covid-19,” tambahnya lagi.

Negara yang paling banyak melakukan investasi, lanjut dia, adalah Singapura, lalu, Jerman, China, Marshall Island dan Belanda.

Singapura kata dia memiliki sekitar 241 proyek pada triwulan pertama. Kemudian Belanda 8 proyek, Jerman 7 proyek, Hongkong (RRT) 6 proyek dan Marshall Island 3 proyek.

Dia juga menyampaikan, perkembangan realisasi investasi dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi, yakni, tahun 2015 ke 2016 mengalami penurunan sebesar 17,27 % (-).

“Kemudian, tahun 2016 ke 2017 mengalami kenaikan sebesar 23,99 % (+). Lalu, tahun 2017 ke 2018 mengalami kenaikan sebesar 17,66 % (+), dan 2018 ke 2019 mengalami kenaikan sebesar 31,23 % (+),” pungkasnya. (hkc/adv)

News Feed