by

Asal Bawa Surat Rapid Test Non Reaktif, Warga dari Zona Hitam Boleh Masuk Karimun

KARIMUN (HK)-Munculnya satu kasus terbaru covid-19, seorang warga Pacitan, Jawa Timur di Karimun pada Kamis, 25 Juni 2020 lalu, sempat membuat heboh masyarakat daerah setempat. Sebab, sudah lebih dari sebulan kasus corona tidak muncul lagi di Karimun.

Meski munculnya satu kasus terbaru pasca Karimun ditetapkan sebagai zona hijau pada 30 Mei 2020 lalu, tidak menjadikan status daerah itu kembali menjadi zona kuning. Bupati Karimun, Aunur Rafiq memastikan kalau Karimun masih dalam status zona hijau.

“Kita masih tetap zona hijau, Kondisi Karimun aman terkendali dan terpantau. Karena, pasien positif corona tersebut merupakan klaster baru dan pendatang, bukan transmisi lokal,” ujar Aunur Rafiq di Tanjungbalai Karimun, Selasa (30/6/2020).

Kata Rafiq, saat memasuki fase normal baru, dirinya tetap meminta masyarakat untuk menegakkan disiplin dan komitmen serta menjalankan protokol kesehatan.

“Kondisi ini akan kita pantau terus. Kita akan selalu minta masyarakat untuk tetap disiplin dan menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurut dia, kalau dalam perjalanan ternyata kondisi berubah dan ditemukan transmisi lokal, maka pihaknya akan kembali membuat kebijakan lagi untuk memberlakukan jam malam, menutup kembali akses-akses publik. Namun, dia berharap tidak terjadinya transmisi lokal di Karimun.

“Saya optimis kasus ini tidak sampai terjadi transmisi lokal, karena semua orang yang pernah berhubungan dengan pasien sudah dilakukan rapid test dan hasilnya semua non reaktif,” tuturnya.

Kendati pasien covid-19 di Karimun berasal dari Pacitan dan melakukan perjalanan ke Surabaya yang masuk dalam zona hitam di Indonesia, namun Aunur Rafiq tidak akan memulangkan seseorang yang berasal dari zona hitam masuk ke Karimun. Sebab, menurut dia berdasarkan aturannya siapapun masuk ke suatu wilayah hanya diminta untuk membawa surat rapid test dengan hasil non reaktif.

“Kita tidak boleh melakukan itu, karena menurut fase new normal, sudah ada tatanan SOP dan protokolnya bahwa orang yang datang wajib rapid test. Kalau hasilnya non reaktif dan dia sehat dibolehkan masuk ke Karimun, walaupun dia berasal dari zona hitam,” pungkasnya.

Hanya saja, Aunur Rafiq tetap meminta pengawasan di pelabuhan Karimun yang menjadi pintu masuk tetap diperketat. Bagi yang tidak memiliki surat rapid test dengan hasil non reaktif, maka dipulangkan kembali ke daerah asalnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Pacitan, Jawa Timur jenis kelami laki-laki berusia 30 dinyatakan positif terpapar covid-19. Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi melalui pesan di aplikasi WhatsApp, Kamis (25/6/2020). (ham)

News Feed