by

Putra: Terima Kasih Bantuan Semua Pihak Terhadap Kakak Saya

KARIMUN (HK)-Sulfanow Putra, selaku adik kandung Mn, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Karimun yang terjerat kasus dugaan pemalsuan surat tanah di Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kakaknya dalam menjalani proses hukum.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Karimun yang telah memberikan bantuan hukum kepada kakak saya. Beliau (bupati) telah menghubungi saya terkait bantuan hukum tersebut,” ujar Sulfanow Putra di Tanjungbalai Karimun, Senin (29/6/2020).

Pria yang akrab disapa Putra itu, juga mengucapkan terima kasih kepada Kajari Karimun, Rahmat Azhar SM MH, yang hanya menjadikan kakaknya tahanan rumah. Karena telah melihat dari sisi kemanusiaan, kakaknya sekarang dalam keadaan sakit jantung. Dengan penyakitnya ini, tidak mungkin dilakukan penahanan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kajari Karimun dan juga Kasi Pidum Kejari Karimun yang hanya memberikan tahanan rumah kepada kakak saya. Melihat dari sisi kemanusiaan, bahwa kakak saya sekarang dalam keadaan sakit jantung. Dengan penyakitnya ini, tentu tidak mungkin dilakukan penahanan,” tuturnya.

Putra juga mengatakan, meski kasus tersebut tetap berlanjut ke meja hijau. Dirinya memohon kepada pengadilan agar menegakkan hukum yang seadil-adilnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pelapor, dalam hal ini saudara Nv, karena bersama keluarga kami menandatangani surat perdamaian, sehingga kakak saya hanya menjalani tahanan rumah,” ungkap Putra.

Dalam kesempatan itu, Putra juga menyampaikan ucapan terima kasih Kepala Dinas Sosial Karimun, Syahruddin yang menilai kinerja kakaknya dengan mengeluarkan surat bahwa kinerja kakaknya baik selaku Sekretaris Dinas Sosial.

Putra juga mengucapkan terima kasih kepada pihak lain yang tak dapat disebutkannya hingga turut membantu proses hukum yang dihadapi kakaknya tersebut.

“Banyak pihak yang membantu kakak saya, saya mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dan bantuan yang diberikan kepada kakak saya tersebut,” pungkasnya.

Putra mengakui, kakaknya ketika menjabat sebagai Lurah Teluk Air, Kecamatan Karimun pada 2011 lalu tidak luput dari kekhilafan. Sehingga, tanpa menyadari telah menandatangani surat sporadik atas tanah milik warga saat itu, hingga berujung masalah hukum.

Diberitakan, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karimun inisial Mn, menjalani tahanan rumah, karena diduga terjerat kasus dugaan pemalsuan surat tanah di Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun. Kasusnya ditangani Polda Kepri dan sudah dilimpahkan ke Kejati Kepri.

Karena kejadian perkaranya berada di Karimun, maka Kejati Kepri melimpahkan kasus tersebut ke Kejari Karimun. Kasi Pidum Kejari Karimun, Hamonangan P Sidauruk SH saat dikonfirmasi mengatakan, kasus dugaan pemalsuan surat tanah tersebut terjadi saat Mn masih menjabat Lurah Teluk Air sekitar 2011 lalu.

“Saat itu, Mn masih menjabat Lurah Teluk Air, dia mengeluarkan surat sporadik sebanyak 4 kali. Dari yang pertama luasnya 10 rantai, dibuat jadi 12, kemudian 14 hingga jadi 16 rantai (ukuran bidang tanah). Saat itu, lurah menandatangani surat sporadik itu,” ujar Hamonangan di ruang kerjanya, Senin (29/6/2020).

Kata Hamonangan, pemilik lahan atas nama Nv merasa dirugikan akhirnya melaporkan lurah bersama satu orang lainnya dengan inisial Is ke Polda Kepri. Kasus tersebut sudah P-21 dan dilimpahkan ke Kejati Kepri. Kedua belah pihak sudah melakukan perdamaian. Hanya saja, salah satu pihak lagi insial Is tidak ikut dalam perjanjian perdamaian tersebut. Hingga kasus tersebut akhinya kembali berlanjut.

“Kasusnya sudah P-21, ada dua tersangka. Tersangka Mn jalani tahanan rumah, sementara tersangka Is dititip dalam tahanan sel polisi,” jelasnya. (ham)

News Feed