by

Ini Calon Gubernur Kepri dan Walikota Batam Direkomendasikan Golkar Pilkada 2020

BATAM (HK) – Hasil rapat pleno II DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kepri pada Sabtu (27/6/2020) lalu yaitu, penetapan calon rekomendasi dari DPD partai Golkar dalam rangka surve calon Gubernur beserta Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota Batam untuk Pilkada di Kepri 2020.

Untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 2020-2024 akan mengusung 3 Calon. Pertama, AnsarAhmad dan Ria Saptarika. Kedua, Isdianto dan Ria Saptarika. Ketiga, Isdianto dan Taba Iskandar.

Untuk Walikota dan Wakil Walikota Batam sebanyak 4 calon. Pertama, Ahmad Hizazi dan Ruslan Ali Wasyim. Kedua, Ahmad Hizazi dan Taba Iskandar. Ketiga, Ahmad Hizazi dan M Al Ichsan. Keempat, Ahmad Hizazi dan rekomendasi PKS.

Semua nama tersebut akan dilakukan survey terlebih dahulu, yang mana guna dari survey tersebut untuk melihat peta kekuatan, aspirasi-aspirasi apa yang diinginkan masyarakat, setelah itu baru ditetapkan oleh DPP Partai Golkar.

Hal tersebut disampaikan oleh wakil sekretaris DPD I Partai Golkar Provisi Kepri, selaligus praktisi hukum, Tonny Siahaan saat dijumpai awak media pada, Minggu (28/6/2020).

Dikatakan Tonny, dalam pleno II DPD partai Golkar tersebut juga muncul nama Marlin Agustina Rudi istri ketua DPW NasDem Kepri. Namun keputusan hasil pleno DPD Golkar Kepri 95 persen peserta pleno tidak setuju ada nama Ibu Marlin untuk disurvey.

Karena dia tidak ada pintu masuk untuk dimasukkan atau dipasangkan dengan nama calon gubernur, sebab mekanisme tidak dilaluinya, yaitu tidak pernah mendaftar ke Golkar, tidak ada koalisi partai yang mengajukan dan juga tidak ada komunikasi politik dari pengurus partai Golkar dengan yang bersangkutan.

Selain itu, peserta pleno juga menilai Marlin Agustina Rudi bukan Incumbent atau sudah berpengalaman di bidang yang tepat menjadi calon Wakil Gubernur. Oleh karenanya nama tersebut tidak disetujui peserta pleno untuk diikutkan disurvey.

“Jadi Marlin Agustina Rudi itu bukan ditolak, tapi tidak memenuhi jalur mekanisme pencalonan sebagaimana ketentuan partai Golkar, maka pesert pleno mengatakan tidak setuju dilakukan survey oleh Golkar, Itu yang benar,” tutur Tonny.

Ditambahkannya, untuk setelah hasil survey calon Gubernur beserta Wakil Gubernur, Walikota beserta Wakil Walikota Batam dan juga daerah kabupaten kota lainnya yang ada di Kepri, maka akan langsung diketahui calon yang akan maju.

“Mungkin pada akhir bulan Juli nanti sudah ada calon kita yang pasti untuk maju, yaitu berdasarkan hasil keputusan dari DPP atas hasil survey dari nama-nama tersebut. Pada Pilkada 2020 nanti secara keseluruhan partai Golkar menargetkan perolehan suara sebesar 80 persen,” pungkasnya. (dam)

News Feed