by

Gemerlapnya Harga Emas Dunia, Meski Pandemi Bangkit Lagi

JAKARTA (HK)-Melansir CNBC harga emas dunia pun semakin berkilai karena lonjakan Covid-19 telah melemahkan optimisme investor tentang pemulihan ekonomi sehingga mendorong investor memilih logam mulia sebagai aset safe haven, Senin (29/6/2020).

Komoditas emas kembali menjadi primadona seiring lonjakan kasus virus corona (Covid-19) di berbagai negara di dunia.

Harga emas dunia di pasar spot, naik 0,2% menjadi USD1.773,43 per ounce pada pukul 02:59 GMT. Harga emas dunia telah naik USD5,63 sepanjang minggu ini, mendekati rekor tertinggi pada 8 tahun lalu di level USD1.779,06 per ounce. Harga emas berjangka AS, bertambah 0,1% menjadi USD1.781,60 per ounce.

Analis ANZ Bank Daniel Hynes, menyebutkan harga emas menguat karena pembelian safe haven cukup besar karena lonjakan virus corona di dunia, terutama di Amerika Serikat. Ini benar-benar mendorong selera investor ke emas.

Terpisah, mengutip situs Logam Mulia, Senin (29/6/2020), harga jual emas Antam pecahan 1 gram dibanderol Rp911.000, memudar Rp1.000 per gram dibanding harga Sabtu lalu di Rp912.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam dipatok Rp806.000 per gram.

Meski memudar, selama seminggu ini, harga jual emas Antam telah naik Rp4.000 per gram dibandingkan harga sebelumnya Rp907.000 per gram pada 21 Juni 2020. Baca: Kembali Naik, Harga Emas Hari Ini Dibanderol Rp910.000/Gram

Adapun harga emas Antam 0,5 gram berada di Rp485.500 turun 0,10% dibanding level sebelumnya di Rp486.000. Harga emas 2 gram di Rp1.762.000 turun 0,11% dibanding level Sabtu lalu di Rp1.764.000. Harga emas 3 gram di Rp2.618.000 turun 0,12% dari level sebelumnya di Rp2.621.000.

Harga emas 5 gram di Rp4.335.000 melemah 0,12% dibanding sebelumnya di Rp4.340.000. Harga emas 10 gram di Rp8.605.000 lebih rendah 0,12% dibanding sebelumnya di Rp8.615.000. Harga emas 25 gram dipatok di Rp21.387.000, harga emas 50 gram sebesar Rp42.695.000, dan harga emas 100 gram dibanderol di Rp85.312.000 per gram. [*]

 

 

 

sumber:sindonews

News Feed