by

Untuk Apa TMC Dilakukan di Batam?

Krisis air yang terjadi di Batam sejak beberapa waktu terakhir, membuat Badan Pengusahaan (BP) Batam harus mencari solusi guna menambah debit air yang ada di waduk-waduk di Batam.

Salah satu solusi yang dilakukan adalah dengan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau yang biasa disebut hujan buatan. Dalam hal ini, BP Batam bekerjasama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sutrisno, Koordinator Lapangan TMC Batam, mengatakan, TMC atau dikenal hujan buatan ini, merupakan intervensi proses pertumbuhan awan.

“Bisa untuk menambah atau mengurangi curah hujan di satu wilayah,” jelasnya.

Untuk di Batam, lanjut Sutrisno, pihaknya fokus menambah curah hujan dengan melakukan penyemaian awan di atas waduk-waduk yang ada di Batam.

“Kenapa awan-awan yang ada di sekitar waduk? Ini berkaitan dengan geografis Batam yang rata-rata datar. Saat awan di atas waduk disemai, harapannya, hujan yang turun bisa di area waduk-waduk di Batam,” tambahnya lagi.

Dia mengungkapkan, kegiatan TMC ini direncanakan selama 30 hari.

“Sejak teknologi ini diterapkan sekitar 13 hari, debit air di sejumlah waduk di Batam menunjukan peningkatan,” paparnya.

Dia memberi contoh, sampai Rabu (24/6/2020) debit air di Waduk Duriangkang naik setinggi 37 cm, Waduk Muka Kuning 46 cm, waduk Nongsa 35 cm, dan Waduk Sei Harapan 83 cm,” jelasnya, Rabu siang (24/6/2020) di Bandara Hang Nadim Batam.

Sutrisno menambahkan, dalam melakukan penyemaian awan di langit Batam, pihaknya selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam.

“Setiap pagi kami melakukan briefing dengan BMKG Batam,” terangnya lagi.

Dalam briefing tersebut, Sutrisno melanjutkan, pihaknya akan mereview dan menganalisa penerbangan hari sebelumnya, dilanjutkan dengan melihat bagaimana progres hasil hujan dan elevasi muka air waduk.

“Dalam kesempatan itu, BMKG akan menyampaikan gambaran bagaimana peluang cuaca saat itu, kecepatan angin, kelembaban udara, dan lainnya. Dari paparan itu, kami bisa melakukan strategi apa yang akan dilakukan pada hari tersebut,” ucapnya menambahkan.

Dalam briefing itu, tuturnya, seluruh komponen termasuk kru pilot juga ikut guna menentukan strategi penyemaian selanjutnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Addi Setiadi, juga menyampaikan hal yang sama.

Dia mengatakan, dengan adanya briefingt tersebut, diharapkan hasil yang diperoleh bisa maksimal.

“Titik fokus penerapan TMC ini adalah hujan di area waduk. Dengan begitu diharapkan debit air waduk di Batam bisa naik lagi,” ucap Addi.

Terkait kondisi cuaca saat ini, dia mengatakan, hujan alami di Batam, akan terjadi hingga awal Juli 2020 dengan intensitas ringan, sedang, hingga hujan lebat.

“Secara umum, hujan akan terjadi hingga awal Juli nanti,” ucapnya, Rabu (24/6/2020) di Bandara Hang Nadim Batam. (hkc/adv)

News Feed