by

Apa Produk yang Dihasilkan Proyek IPAL di Batam?

Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Batam saat ini tengah dikerjakan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dalam praktiknya nanti, proyek ini bertujuan untuk membuang limbah kimia dan biologis dari limbah terutama dari rumah-rumah sehingga air yang diolah tersebut dapat digunakan untuk aktivitas yang lain.

Ada dua produk yang dihasilkan dari IPAL ini, yaitu, air bersih dan kompos. Air bersih tersebut akan dialirkan ke waduk-waduk yang ada di Batam dan perairan di sekitar Batam. Dengan begitu, kualitas air yang masuk ke waduk sebagai air baku, kualitasnya tetap terjaga. Demikian juga dengan air yang dialirkan ke perairan di sekitar Batam. Airnya baik dan tidak mencemari lingkungan. Sementara kompos yang dihasilkan, dapat berguna sebagai pupuk untuk taman-taman yang ada di Kota Batam.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, dalam beberapa kesempatan mengungkapkan, dalam sistem kerjanya, air limbah di rumah-rumah di Batam berupa air tinja, air bekas mandi, dan air cucian (dapur) akan mengalir melalui pipa yang dipasang di setiap rumah menuju ke bak kontrol.

“Nanti, limbah dari masing-masing rumah tidak lagi dibuang ke selokan atau drainase. Begitu pula dengan limbah tinja, tidak lagi ditampung ke septic tank. Semua akan langsung mengalir ke bak kontrol melalui pipa-pipa yang dipasang di tiap-tiap rumah. Dari bak kontrol, limbah ini akan dikirim ke IPAL yang ada di kawasan Bengkong Sadai. Disinilah limbah tersebut diolah. Dan, dari disinilah dihasilkan air bersih dan kompos tersebut,” papar Iyus.

“Dan nanti, parit atau drainase yang ada di perumahan hanya berfungsi menampung air hujan yang airnya akan langsung mengalir ke waduk-waduk di Batam. Dengan begitu, nanti rumah-rumah di Batam tidak perlu lagi septic tank,” ujarnya menambahkan.

Iyus menjelaskan, untuk tahap awal, proyek ini dikerjakan untuk kawasan Batam Centre. Lalu, akan dilanjutkan di kawasan Tanjung Uma, Bengkong, Telaga Punggur, Tembesi, Sekupang dan di Kabil.

“Jadi, nanti akan ada tujuh proyek IPAL di Batam,” terangnya melanjutkan.

Proyek ini, tuturnya, sebagai salah satu usaha mencegah pencemaran perairan serta penataan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Proyek yang dikerjakan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam ini, bernilai sebesar Rp 600 miliar yang merupakan pinjaman lunak dari Korea Selatan. Serta dana pendamping dari Pemerintah Republik Indonesia sebesar USD 5 juta.
Pembangunan telah dimulai sejak April 2017 lalu dan untuk tahap awal ini, diperkirakan akan selesai pada akhir 2020 ini.

Hingga sekarang, progres fisik pengerjaan sampai minggu ke-3 Mei 2020 mencapai 86,6%, dari pengerjaan perpipaan berbobot 44,3%, stasiun pompa berbobot pekerjaan 12,3%, pekerjaan WWTP berbobot 38,6%, dan pekerjaan umum berbobot 4,8%.

Sampai kini, sebanyak 11.000 rumah sudah terpasang pipa yang terhubung dengan stasiun pompa dengan tujuan akhir instalasi Waste Water Treatment Plant (WWTP) atau IPAL di Bengkong Sadai. (hkc/adv)

News Feed