by

Gelombang Kedua Corona Picu Kenaikan Logam Mulia

JAKARTA (HK)-Data Bloomberg, Rabu (24/6/2020), mencatatkan harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2020 menembus level US$1.784 per troy ounce, naik 1,01 persen dari penutupan sebelumnya di posisi US$1.766,4.

Sementara harga emas di pasar spot juga menguat 0,82 persen ke posisi US$1.768,92 per troy ounce. Harga emas baik berjangka maupun di pasar spot telah naik lebih dari 13 persen dalam periode tahun berjalan.

Kenaikan harga emas hingga mendekati rekor tertinggi terjadi sejak dua hari lalu. Ketidakpastian meningkat menyusul kekhawatiran atas gelombang kedua infeksi virus corona dan meningkatnya ketidakpastian di Hong Kong setelah China merilis rincian undang-undang keamanan nasional.

Harga menguat ketika kasus virus corona di sejumlah negara bagian AS melonjak, sementara tingkat infeksi di Jerman naik, dan negara bagian terpadat kedua di Australia, Victoria, memperketat kontrol menyusul lonjakan kasus.

China mengkonfirmasi usulan undang-undang keamanan nasional yang memungkinkan Beijing untuk mengesampingkan sistem hukum Hong Kong. Keputusan ini diperkirakan menambah ketegangan antara China dengan AS.

Jumlah kenaikan kasus positif virus corona di sejumlah wilayah berdampak pada kenaikan harga emas. Ahli penyakit menular AS Anthony Fauci, dalam pertemuannya dengan Kongres Amerika Serikat melaporkan lonjakan kasus positif yang menggelisahkan pada sejumlah wilayah di Negeri Paman Sam.

Sementara, Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan harga emas akan menyentuh US$2.000 per troy ounce. Sementara itu, JPMorgan Chase & Co. mengimbau investor untuk mempertahankan kepemilikan emas karena menjadi instrumen paling berpengaruh pada iklim dengan imbal hasil riil rendah.

Fawad Razaqzada, analis pasar di ThinkMarkets di London mengatakan penguatan harga emas juga ditopang stimulus yang membanjiri pasar keuangan. Langkah Bank of England menambah program pembelian obligasi pekan lalu dan sinyal suku bunga rendah oleh Federal Reserve menjadi pengungkit kenaikan harga emas.

Analis Commonwealth Bank of Australia Vivek Dhar mengatakan, kenaikan jumlah kasus positif virus corona membuat investor berpaling ke emas berjangka. Dhar menuturkan, penurunan tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS, US Treasuries, seri benchmark dengan tenor 10 tahun akan menopang kenaikan harga emas berjangka.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan secara teknikal harga emas masih akan cenderung naik selama harga masih bergerak di atas level indikator moving average 50-100-200. Jika harga bergerak naik, area 1762 akan menjadi level resisten terdekat. [*]

 

 

 

 

sumber:bisnis

News Feed