by

Pahala Melimpah Bagi yang Mengalah untuk Menghindari Perpecahan

Salah satu akhlak terpuji yang diajarkan Islam adalah sabar, serta mengalah dari hal-hal yang akan menimbulkan perpecahan. Namun, perlu diingat mengalah bukan berarti kalah. Perbuatan ini justru untuk menghindari pertikaian.

“Orang yang mengalah mendapatkan pahala, terutama dari syahwatnya dosanya diampuni,” kata Ketua Lembaga Peradaban Luhur (LPL), Ustadz Rakhmad Zailani Kiki seperti dilansir Okezone, Selasa (16/6/2020).

Dijelaskan dalam kitab Riyadhus Sholihin, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang menginginkan sesuatu, kemudian ia menolak syahwatnya dan lalu mengalah terhadap dirinya, maka (dosa) nya diampuni” (HR. Ibnu Hibban).

Lebih lanjut, salah satu contohnya adalah mengalah untuk menghindari pertikaian ketika sedang berdebat. Jika sudah timbul sesuatu yang akan memecah belah persaudaraan, silaturahmi atau hubungan suami istri lebih baik ada yang mengalah.

“Mengalah dalam perdebatan pahalanya sangat besar,” ucap Ustadz Rackhmad.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُبْطِلٌ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ

Artinya: Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga.” (Kitab Shahih at-Targib wat Tarhib, jilid 1, no. 138).

Selain itu, bersikap lembut kepada sesama khususnya bagi seseorang yang keras ketika berdebat merupakan perbuatan yang mulia. Bahkan Allah pun meminta kepada semua hambaNya agar tetap lembut, dan menghindari kekerasan. Baik secara verbal atau fisik.

Seperti dijelaskan di dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Fa bimā raḥmatim minallāhi linta lahum, walau kunta faẓẓan galīẓal-qalbi lanfaḍḍụ min ḥaulika fa’fu ‘an-hum wastagfir lahum wa syāwir-hum fil-amr, fa iżā ‘azamta fa tawakkal ‘alallāh, innallāha yuḥibbul-mutawakkilīn

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran: 159).*

(sumber: okezone.com)

News Feed