by

Selama Pandemi Corona, Pajak Hotel di Karimun Turun 15 Persen

Karimun (HK) – Selama pandemi corona virus disease 2019 (covid-19), realisasi pajak hotel dan tempat hiburan di Karimun menurun hingga 15 persen. Jika kondisi normal, realisasi pajak di Karimun hingga Juni mencapai 45 persen. Namun, saat pandemi ini realisasi pajak sampai Juni hanya sebesar 30 persen.

“Target pajak hotel untuk 2020 ini sebesar Rp7,6 miliar. Namun, hingga Juni ini baru terealisasi sekitar 30 persen. Biasanya, kalau sudah memasuki Juni realiasi pajak sudah mencapai 45 persen. Artinya, terjadinya penurunan sebesar 15 persen,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karimun, Kamarulazi.

Kata Kamarulazi, penerimaan pajak sejak Januari, Februari dan Maret masih normal. Penurunan pajak secara drastis terjadi mulai April dan Mei 2020 atau pada saat wabah pandemi covid-19 mulai memuncak. Ketika itu, hotel dan tempat hiburan benar-benar kolaps, sementara restoran terkena imbas namun tidak terlalu jatuh.

Kata Kamarulazi, khusus untuk hotel dan tempat hiburan pajaknya tidak dihapuskan namun diberikan relaksasi atau penundaan pembayaran, untuk April dan Mei bisa dibayarkan pada September. Beberapa waktu lalu, pemerintah pernah mewacanakan untuk pembebasan pajak untuk hotel dan restoran, namun tak jadi diberlakukan.

“Untuk pajak hotel tergantung dari tingkat hunian atau jumlah tamu yang menginap. Kalau semasa pandemi covid-19 ini, tak ada tamu yang menginap di hotel, maka pajaknya juga tak ada. Kendati begitu, manajemen hotel tetap melaporkan secara administrasi kepada kami setiap bulan,” jelas Kamarulazi.

Menurut dia, hampir semua hotel di Karimun tingkat huniannya menurun bahkan tak ada sama sekali, termasuk Telunas Beach Resort yang ada di Moro. Meski tingkat hunian hotel menurun, namun masih ada wisma atau hotel kecil kelas melati yang memiliki hunian, itupun hanya satu atau dua kamar saja sehari.

“Telunas Beach Resort pajaknya paling besar dibandingkan dengan hotel lainnya yang ada di Karimunm juga kena imbas. Selama Mei dan Juni ini tak ada sama sekali. Kalau hotel-hotel kecil masih ada juga satu atau dua kamar sehari,” ungkapnya lagi. (ham)

News Feed