by

Dipukul Karena Senggol Perahu, Pelaut di Karimun Polisikan Pemancing

KARIMUN (HK)-Dua pelaut Karimun, yakni Hermanto seorang nakhoda dan Iswandika sebagai mualim I, kapal tugboat TB Vaquita Dolphin yang menarik tongkang Coastal Bay 2304 menjadi korban pemukulan beberapa orang pemancing di sekitar Pulau Tembelas, Kecamatan Meral, Minggu (7/6/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Iswandika di Tanjungbalai Karimun, Senin (8/6/2020) mengatakan, kejadian itu berawal ketika kapal tugboat yang mereka bawa berlayar  dari Butong, Siak menuju ke Karimun. Sekitar 1 mil dari Pulau Burung atau ke arah Rangsang terlihat berjejer perahu nelayan, sementara jaring mereka tebar di sekitar Pulau Burung.

“Saat itu, kami sudah berlayar di jalur pelayaran atau di melalui garis haluan, namun demi menghindari jaring nelayan, maka tugboat kami tetap menghindari jaring nelayan tersebut dengan melewati di tengah-tengah pelampung dan mungkin memutar haluan ke kiri,” ujar Iswandika atau kerap disapa Chip Eka.

Kata Eka, begitu melewati jaring nelayan pihaknya melihat ada satu perahu di tengah laut. Perahu tersebut berada di tengah garis haluan tugboat tersebut. Saat itu, dirinya tidak mengetahui kondisi perahu tersebut, apakah dalam kedaaan berlabuh, memancing atau menebar jaring. Sebab, perahu tersebut tidak memasang rambu-rambu.

“Meski perahu itu tidak memasang rambu-rambu, namun kami tetap mengindar dengan mengarahkan kapal ke kanan. Saat itu, tongkang yang terpukul angin dan arus, kemudian sisi kiri tongkang menyenggol pinggiran perahu. Orang yang ada di perahu tersebut sempat mendorong body tongkang,” terang Eka.

Eka yang melihat kondisi itu menggunakan teropong dari dalam tugboat tidak melihat adanya upaya dari orang yang berada diatas perahu untuk meminta tolong. Saat itu, dirinya mengira kalau perahu dan orang yang berada di atasnya tidak memiliki masalah yang fatal. Dia kemudian terus berlayar hingga di depan PT MOS.

Selang sekitar 2 jam setelah itu, mereka kemudian didatangi petugas Baznas bersama orang yang di atas perahu tersebut. Orang-orang itu, kemudian berteriak dan mencaci maki mereka. Sebagian diantara mereka bahkan sempat naik ke atas tugboat dan mencari nakhoda kapal.

“Baju nakhoda kemudian ditarik oleh sejumlah orang itu. Untung saja, di dekat ruang kemudia ada pagar kalau tidak bisa saja nakhoda kapal jatuh ke bawah. Karena bertahan sampai bajunya robek. Saya berusaha menjelaskan, kalau saya yang bawa kapal. Kemudian, saya dipukul. Bagian bawah mata saya bengkak dan membiru,” jelasnya.

Eka menyebut, orang di atas perahu tersebut berjumlah sekitar 8 orang termasuk diantaranya Wakil Ketua DPRD Karimun, Rasno. Usai memukul nakhoda dan mualim tugboat TB Vaquita Dolphin, mereka kemudian meminta ganti rugi atas insiden penyenggolan perahu mereka.

“Usai memukul kami, mereka meminta uang atas insiden penyenggolan perahu. Saya bilang cuma sanggup membayar Rp2 juta, itupun bayarnya cicilan. Mereka kemudian meminta uang Rp10 juta. Saya cuma bilang kalau uang Rp10 juta jelas saya tak sanggup. Tapi kalau cuma Rp2 juta bisa saya bantu dengan cara cicil,” terang Eka.

Selanjutnya, salah seorang dari mereka yang berada di atas kapal ambulance Baznas berteriak kalau tak mau membayar Rp15 juta (bukan Rp10 juta lagi), maka mereka akan melaporkan kasus tersebut kepada perusahaan atau pemilik tugboat dan juga mereka akan membuat laporan kepada pihak kepolsian.

“Bahkan, oknum Wakil Ketua DPRD Karimun yang berada diatas kapal ambulance Baznas tersebut mengatakan, pihaknya akan membawa persoalan ini ke DPRD Karimun,” ujar Eka.

Merasa tak terima dengan aksi pemukulan yang mereka alami, maka nakhoda dan mualaim I TB Vaquita Dolphin, melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Karimun, Minggu (8/6/2020) malam. Laporan mereka sudah diproses di SPK Polres Karimun, bahkan malam itu juga mereka sudah di visum.

Wakil Ketua DPRD Karimun, Rasno ketika hendak dikonfirmasi terkait kejadian ini belum bisa memberikan penjelasan. Ketika media ini mengubunginya via ponselnya belum ada jawaban, meski nada ponselnya aktif. (ham)

News Feed