by

Di tengah Pandemi Corona Pokdakan Nelayan Berupaya Bertahan Hidup

Batam (HK) – Di tengah pandemi Covid 19, masyarakat maupun Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), nelayan terus berupaya dan berjuang untuk bisa hidup, meskipun atas keterbatasan kondisi ekonomi serta akses, agar bisa menyelamatkan ribuan nyawa ikan peliharaannya.

Saat ini, tak jarang ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) nelayan itu, hanya makan sekali, hingga 2 hari sekali. Akibatnya, sangat mereka dikhawatirkan pertumbuhan ikan ikan tersebut terganggu dan bantet. Sehingga gagal panen.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pokdakan Mitra Laut, Nov Iwandra mengungkapkan, tak jarang ikan-ikan dalam keramba nelayan kurang makan karena tidak ada biaya untuk membeli pakan. Sehingga dikhawatirkan pertumbuhan ikan itu bisa terganggu dan bantet.

“Kita sangat berharap kepada pemerintah dan instansi terkait maupun dari pihak-pihak yang peduli masyarakat, agar dalam pembudidayan ikan ini dapat berhasil serta tidak gagal panen,” ungkap Nov Iwandra, Rabu (03/06/2020) siang di Kampung Teluk Air, Setokok, Barelang.

Disampaikannya, adapun hal-hal yang menjadi perhatian utama serta kendala bagi Pokdakan dalam pembesaran ikan ialah masalah pakan ikan itu berupa pelet ikan maupun rucah yang harganya cukup mahal.

“Untuk 10 ribu ekor benih ikan Bawal Bintang misalnya, kami membutuhkan sebanyak 10 ton pelet pakanan ikan selama 6 bulan kedepanya ataupun sehingga panen nantinya. Begitu juga dengan rucah (ikan ikan kecil),” ungkapnya.

“Kita tak ada modal untuk pakan ikan ini. Ditambah lagi situasi saat ini tentu masyarakat nelayan akan sulit mencapai produksi yang maksimal,” paparnya.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah, instansi terkait beserta pihak swasta lain, bisa menjadi bapak angkat dalam upaya pembesaran serta budidaya ikan ini dengan memberikan bantuan dan dukungan. Sehingga kelompok nelayan ini akan dapat bertahan serta berkembang,” harapnya.

Meskipun begitu, lanjut dia, nelayan tetap optimistis dalam upaya budidaya ikan laut di KJA.

“Saat ini kebutuhan ikan konsumsi warga Kota Batam masih sangat terbatas ataupun kurang. Sehingga peluang usaha guna pengembangan dan budidaya ikan laut sangat bagus,” ujar Nov.

Sebelumnya, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam menyalurkan bantuan sebanyak 10 ribu ekor benih ikan laut, kepada Pokdakan Nelayan, KJA Mitra Laut.

Adapun jenis bibit ikan yang diberikan adalah benih ikan Bawal Bintang berukuran 4 – 5 cm yang bisa lansung dimasukkan ke dalam KJA, untuk bisa dibesarkan kelompok nelayan.

Pihak Kepala BPBL Batam, drh Toha Tusihadi mengatakan bantuan bibit ikan yang diberikan tersebut adalah merupakan program prioritas nasional, Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia.

“Ini program prioritas nasional khususnya di Direktorat Jenderal Kementerian Perikanan dan Budidaya, untuk pihak kelompok budidaya ikan nelayan,” kata Toha Tusihadi.

Adapun tujuanya, ujar Toha, bagaimana peran BPBL Batam ini, dapat memberikan dukungan dan bantuan benih ikan ke masyarakat, dalam meningkatkan suatu kesejahteraan kehidupan bagi nelayan untuk kedepannya, menjadi lebih baik.

“Batuan yang kami berikan bukan hanya benih ikan saja. Akan tetapi, kami juga memberikan pembimbingan. Sehingga masyarakat nelayan akan dapat meraih keberhasilan dalam usaha budidaya ikan di keramba,” ungkap Toha, yang didampingi Kasi UTTK BPBL, Ade Hernowo.

Ini baru tahap awal di tahun 2020 ini, ujar Toha serta akan ada lagi ditahap berikutnya dengan menyalurkan benih ikan Kakap Putih.

“Kami berharap, Pokdakan Nelayan KJA Mitra Laut Batam ini, dapat melakukan pembesaran ikan dengan baik maupun sesuai prosedurnya. Sehingga nantinya, mampu memproduksi ikan dengan hasil yang maksimal,” ucapnya. (vnr)

News Feed