by

Apa Itu IPAL yang tengah Dibangun BP Batam?

Sejak beberapa waktu belakangan, sebagian warga Batam kerap mendengar istilah IPAL. Apa itu?

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah merupakan sebuah proyek yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut dapat digunakan pada aktivitas yang lain.

Ini merupakan proyek yang dikerjakan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan nilai pinjaman lunak sebesar Rp 600 miliar dari Korea Selatan. Pembangunan konstruksinya telah dimulai sejak Agustus 2017 lalu.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, dalam sejumlah kesempatan mengatakan, latar belakang proyek IPAL ini berdasarkan master plan Pemerintah Kota Batam pada 2011. Akan ada 7 IPAL dibuat di beberapa lokasi yakni di Batam Centre, Tanjung Uma, Bengkong, Telaga Punggur, Tembesi, Sekupang, dan Kabil.

Pada tahap awal ini, proyek difokuskan di kawasan Batam Centre. “Kenapa Batam Centre? Sebab, air limbah di kawasan ini langsung menuju waduk Duriangkang yang nota bene waduk terbesar di Batam. Kami ingin, sebelum air itu menuju waduk tersebut, limbahnya disaring dahulu agar kualitas air baku di waduk Duriangkang tetap terjaga,” jelas Iyus.

Dia mengatakan, proyek ini diharapkan selesai pada akhir 2020 ini.

Lebih jauh Iyus menjelaskan, IPAL ini akan memiliki kapasitas 20.000 meter kubik per hari atau 230 liter per detik. Dan mampu menghasilkan kompos sebanyak 18 kubik per hari.

“Keberadaan IPAL ini menjadi prioritas BP Batam. Proyek IPAL sebelumnya yang dibangun pada 1995 dan hanya memiliki kapasitas 33 liter per detik. Kami ada upgrade sekitar 8 kali dari sebelumnya. Nantinya pupuk atau kompos dari IPAL ini bisa digunakan untuk penghijauan hutan kota, taman kota, dan taman-taman lingkungan,” ungkapnya.

Sampai hari ini, lanjutnya, pemasang pipa sudah dilakukan di 43 perumahan di kawasan Batam Centre.

Secara sederhana, alur pengolahan air limbah dari perumahan adalah air limbah rumah tangga mengalir lewat pipa, lalu ditampung dan diolah di stasiun pompa, hasil olahan ditampung di IPAL Bengkong Sadai, dan terakhir, olahan limbah menjadi pupuk.

“IPAL dibangun di Bengkong Sadai di atas lahan seluas 7 hektar dan merupakan pusat dari segala aktivitas IPAL yang dibangun di Batam,” terang Iyus lagi.

Dia juga menjelaskan, hadirnya proyek ini juga sebagai salah satu upaya untuk mencarikan solusi atas ketersediaan air baku di Kota Batam sekaligus memberikan pasokan air bersih untuk masyarakat.

“Rasanya sangat tidak baik jika air yang mengalir ke waduk Duriangkang tidak disaring terlebih dahulu. Termasuk ke perairan di sekitar Batam. Sebab, dikhawatirkan air yang mengalir membawa bahan-bahan yang tidak baik untuk kesehatan. Sebab itulah proyek IPAL ini dikerjakan,” tuturnya lagi.

“Manfaat yang didapatkan adalah air yang ada di waduk baik secara kualitas dan kuantitas, menjaga kualitas perairan agar tetap bersih; menjaga saluran drainase atau parit, sungai, pantai dari pencemaran limbah dosmestik; lingkungan terjaga bersih, hijau, dan asri; serta limbah yang sudah diolah bisa menghasilkan kompos untuk menyuburkan tanaman,” ujarnya kembali menerangkan.

Iyus kembali mengungkapkan, intinya nanti, setelah adanya IPAL, rumah-rumah tidak lagi menggunakan septic tank dan akan terkoneksi ke pengolahan air limbah.

“Akan ada dua sambungan pipa, yaitu pipa air tinja dan pipa air cucian (dapur) yang akan terhubung satu sama lain ke bak kontrol, perumahan hanya menampung air hujan yang akan menyuplai air baku ke waduk,” terangnya.

Kehadiran IPAL di Batam akan memberi efek positif bagi dunia pariwisata di Batam. Sebab, ucap Iyus, IPAL akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta nyaman.

“Selain itu, IPAL juga memberi nilai positif pada lingkungan dan tanaman karena menghasilkan pupuk berkualitas yang bisa digunakan untuk penghijauan hutan kota, taman-taman di kota, dan tumbuhan lainnya. Dengan IPAL lingkungan bersih dari bibit-bibit penyakit dan kotoran,” tuturnya.

“Jika lingkungan sudah bersih serta kualitas air terjaga dengan baik, maka masyarakat akan nyaman. Jika kota sudah nyaman, maka diharapkan investasi serta wisatawan akan ramai berkunjung ke Batam,” pungkasnya. (hkc/adv)

News Feed