by

Tambang Pasir Kian Merajalela, Petugas Temukan Pompa Air dan Beko

Batam (HK) – Meski sudah sering ditertibkan tambang pasir oleh Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP) Batam. Namun, pelaku penambang pasir tetap melakukan aktivitasnya dengan mengeruk pasir ilegal di hutan lindung, tepatnya di Tembesi, Sagulung.

Di lokasi, petugas menyita mesin pompa air dan satu unit excavator yang akan digunakan untuk mengeruk pasir.

Akan tetapi, saat petugas turun ke lokasi, petugas pun tak menemukan para penambang pasir. Dan diduga aktivitas tersebut sudah bocor hingga para penambang pasir ilegal tak ada dilokasi.

Tampak terlihat dilokasi, lahan hutan lindung sudah menjadi kubangan seluas kurang lebih lima hektar yang diduga sudah lama beroperasi namun, lepas dari pantauan petugas.

Para pekerja tambang pasir itu jadi kucing-kucingan di lokasi. Sebabnya, saat petugas keluar dari lokasi, para penambang pasir pun langsung masuk ke lokasi.

Saat dikonfirmasi, Tony Febri, Kasubdit pengamanan lingkungan dan hutan ditpam BP Batam mengatakan, jika kegiatan tersebut merupakan patroli Rutin, untuk mengamankan aset BP Batam.

“Kita melakukan razia bisa kapan saja. Walaupun sekarang jatuhnya di hari Minggu. Karena biasanya kegiatan ilegal itu sering dilakukan di hari libur,” kata Toni saat itu, Senin (1/6/20) siangnya.

Ia juga menjelaskan, pihaknya pun sudah menyisir beberapa titik lokasi tambang pasir yang diduga ilegal sampai sekarang masih beroperasi. Namun, saat petugas datang kelokasi ada tiga titik yang beroperasi.

“Memang saat kita kelokasi kejadian, ada tiga titik lokasi yang dijadikan tambang pasir. Dan mereka kebanyakan bekerja di saat libur, makanya petugas akan pantau terus,” tegasnya.

Untuk proses lebih lanjut, masih lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dan melaporkan kepada Polresta Barelang atas temuan barang bukti tersebut.

“Atas temuan barang bukti ini, kita akan berkoordinasi dengan Polresta Barelang untuk diproses lebih lanjut,” tutupnya. (ded)

News Feed