by

Bupati Karimun Pertimbangkan Cabut Jam Malam Saat Pandemi Corona

KARIMUN (HK)-Bupati Karimun Aunur Rafiq masih mempertimbangkan untuk mencabut malam selama masa pandemi covid-19. Selama pandemi ini, Pemkab Karimun memberlakukan jam malam, yakni aktivitas masyarakat tidak boleh berlangsung sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB pagi.

Aunur Rafiq mempertimbangkan, jika selama seminggu atau 10 hari ini kondisi Karimun semakin membaik, maka pihaknya akan mencabut kebijakan terkait jam malam. Jam malam di Karimun berlaku sejak keluarnya surat edaran Bupati Karimun nomor: 300/Bakesbangpol-Covid19/IV/2020 tentang Pemberlakuan Jam Malam.

“Jam malam masih menjadi pertimbangan kita. Kalau dalam seminggu atau 10 hari ini kondisi Karimun masih melandai atau membaik seperti ini, maka jam malam akan kita cabut,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat diwawancarai di kantornya belum lama ini.

Akan tetapi, kata Rafiq, pencabutan jam malam tersebut tidak sekaligus. Pemerintah masih tetap akan memberika kesempatan kepada masyarakat untuk membuka usaha makanan atau kuliner di malam hari dengan tetap diawasi oleh aparat penegak hukum. Hanya saja, jam operasionalnya saja yang mulai dikurangi.

“Pencabutan itu tidak boleh sekaligus, kita persilakan untuk orang makan. Tapi jangan sampai kebablasan karna jam nya tidak kita batasi. Kita pelan-pelanlah, kita buka untuk rumah makan, restoran dan kedai kopi terlebih dahulu. Kalau sudah bagus, baru kita buka lagi yang lain,” jelasnya.

Aunur Rafiq mengatakan, jika sejak awal pengawasan penyebaran covid-19 di Karimun sudah bagus, maka pihaknya berharap jangan makin ke belakang jadi blunder.

“Kita itu dari awal sudah bagus, jangan di penghujung ini jadi blunder. Nanti yang disalahkan kita (pemerintah) juga. Biarlah orang mengatakan di awal tidak baik, tapi di akhirnya orang merasakan kebaikan ataupun kepuasan,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq telah mengeluarkan surat edaran tentang pemberlakukan jam malam dalam upaya pembatasan gerak masyarakat terhadap pencegahan dari resiko penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) dengan surat surat edaran no: 300/Bakesbangpol-covid19/IV/01/2020 tertanggal 2 April 2020. (ham)

News Feed