by

Tak Usah Mudik Nekad, Sebab Pengawasan Kemenhub Kian Ketat

JAKARTA (HK)-Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menjelaskan, sesuai kebijakan pemerintah yang tegas melarang mudik, pihaknya bersama stakeholder terkait fokus melakukan pengetatan pengawasan transportasi mulai masa menjelang Idul Fitri (arus mudik) hingga masa setelah Idul Fitri (arus balik).

Disebutkan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan ke seluruh jajaran Kemenhub yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, untuk melakukan pengetatan pengawasan di lapangan dengan berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait seperti Gugus Tugas, Kemenkes, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, dan unsur terkait lainnya.

Ia menguraikan, berdasarkan evaluasi implementasi Permenhub 25/2020, masih ada masyarakat yang nekat dan mencari celah. Misalnya, mudik menggunakan travel gelap, mencari jalan tikus untuk mengelabui petugas, memalsukan surat sehat/bebas Covid-19, pemalsuan stiker khusus pada bus, dan lain sebagainya.

“Kami tidak ingin kecolongan dengan masih adanya sejumlah pihak baik masyarakat, operator transportasi, dan pihak lainnya, yang bersikeras mencari celah untuk mudik dan menyediakan sarana transportasi untuk kegiatan mudik. Untuk itu, kesiapan semua petugas di lapangan untuk menegakan aturan sangat penting,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (22/5).

Lebih jauh dijelaskan, pengetatan pengawasan transportasi terbagi dalam tiga fase. Pertama, fase jelang Idul Fitri yang dimulai sejak ditetapkannya Permenhub 25 Tahun 2020 pada 23 April-23 Mei 2020. Kedua, fase pada saat Idul Fitri pada 24-25 Mei 2020. Ketiga, fase pasca Idul Fitri pada 26-1 Juni 2020.

Adita menambahkan, pengetatan pengawasan dilakukan dengan cara, diantaranya menambah jumlah personil di simpul-simpul transportasi, memberikan sanksi tegas bagi pelanggar, melakukan pemantauan langsung di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala.

Penegakan aturan secara tegas yang dilakukan misalnya dengan memutar balikan kendaraan yang melewati pos tersebut, menindak dengan tegas travel gelap yang membawa penumpang yang akan mudik dengan sanksi berupa tilang atau mobil dikandangkan, memperketat pengawasan jalan-jalan alternatif yang biasa dimanfaatkan oleh pemudik untuk mengelabui petugas, dan pemberian stiker khusus angkutan terbatas di terminal bus keberangkatan. [*]

 

sumber:weonline

News Feed