by

Sambut Lebaran, Apindo Karimun Minta Karyawan Lebih Sabar

Karimun (HK) – Pandemi covid-19 telah memporak porandakan perekonomian di bangsa Indonesia, termasuk juga di Kabupaten Karimun. Hampir semua sektor usaha lumpuh disaat terjadinya wabah corona, mulai dari usaha perhotelan, industri, perdagangan dan jasa hingga bisnis properti.

Lumpuhnya dunia usaha tidak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, namun juga berimbas terhadap sektor tenaga kerja. Banyak perusahaan yang terpaksa mengambil kebijakan untuk merumahkan sejumlah tenaga kerja. Bahkan, ada yang terpaksa memberhentikan secara permanen karena tak sanggup menanggung biaya operasional.

Menjelang lebaran Idul Fitri, para pengusaha makin dilema untuk membayarkan tunjangan hari raya (THR) bagi karyawannya. Para pengusaha tetap membayarkan THR meski jumlahnya terkadang tidak sesuai dengan gaji satu bulan atau besaran THR tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karimun, Alex Ng alias Dwi Untung meminta karyawan untuk lebih bersabar selama masa pandemi covid-19 ini. Terkait THR, dia berharap karyawan agar lebih banyak bersyukur berapapun THR yang diberikan perusahaan di di tengah terjadinya wabah ini.

“Menghadapi hari raya Idul Fitri, saya sebagai Ketua Apindo memohon kepada karyawan agar bisa mengerti dengan keadaan sekarang. Semua perusahaan mengalami kesulitan dalam menghadapi covid-19 ini. Mungkin dari perusahaan ada yang memberikan THR namun jumlahnya tidak cukup, harap terima dulu,” ungkap pengusaha yang akrab disapa Cunheng ini di Tanjungbalai Karimun, Kamis (21/5/2020).

Cunheng meminta kepada karyawan agar bersabar sampai masa pandemi covid-19 ini bisa segera berakhir. Jika memang THR yang diterima tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya maka harap dimaklumi saja. Mengingat, hampir semua perusahaan mengalami kesulitan di tengah wabah corona.

“Jika kondisi ini sudah stabil dan perusahaan juga sudah normal kembali. Maka saya yakin, semua karyawan akan kembali menerima hak yang sama seperti tahun-tahun yang lalu. Disaat-saat seperti ini, kita memang diminta untuk lebih banyak bersabar sambil berdoa agar wabah ini segera berakhir,” jelasnya.

Menurut dia, hampir semua omset perusahaan turun drastis. Bahkan, rata-rata pengusaha meminjam modal usaha dari bank. Dengan kondisi saat ini, untuk mengembalikan pinjaman di bank saja para pengusaha mengalami kesulitan. Namun tentu saja kondisi ini tidak saja terjadi di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

“Makanya dari itu, mari kita sama-sama mendoakan Indonesia khususnya Karimun agar segera bebas dari covid-19. Biar kehidupan kita normal kembali. Kita bisa bekerja seperti biasa. Untuk mewujudkan itu, marilah kita jalankan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak dan kesehatan,” pungkasnya. (ham)

News Feed