by

Dewan Sorot Kinerja Garuda di Tengah Corona

JAKARTA (HK)-Kinerja PT Garuda Indonesia Tbk, terutama dalam menyusun skenario restrukturisasi bisnis disorot Dewan.

Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, meminta Kementerian BUMN mengawasi ketat.

Menurutnya, manajemen bisnis Garuda Indonesia harus ditata ulang untuk menyelesaikan beban besar dari utang dan dampak pandemi Covid-19.

“Persoalan Garuda sudah going concern, mereka membakar uang sebulan sekitar 40 juta dolar AS,” ujarnya Deddy, dalam pernyataan tertulis, belum lama ini.

Bagian terbesar pengeluaran rutin Garuda Indonesia, kata Deddy, adalah kewajiban pada sewa pesawat. Disebutkan, manajemen Garuda Indonesia harusnya bisa memanfaatkan masa krisis akibat pandemi ini untuk negosiasi ulang dengan para lessor.

“Proses renegosiasi itu harus dilihat dari kepentingan Garuda sebagai korporasi. Perlu diingat bahwa urusan sewa menyewa pesawat ini adalah sumber utama inefisiensi di Garuda,” jelasnya.

Dirinya khawatir ada oknum di internal Garuda yang saat ini mencoba mengintervensi proses renegosiasi.

“Oknum tersebut kabarnya duduk di jajaran komisaris, tidak mendapat mandat untuk melakukan negosiasi, dan memaksakan Garuda memakai law firm asing yang punya rekam jejak buruk,” cetusnya.

Ia menambahkan, aneh jika ada komisaris mencampuri pelaksanaan teknis yang bukan menjadi urusannya. Dalam masalah ini, Kementerian BUMN harus mendalami dan memanggil jika terbukti ada oknum komisaris yang mencampuri urusan teknis di luar kewenangannya.  [*]

sumber:sindo

News Feed