by

Pasangan Lesbian Aniaya Bocah Perempuan Hingga Lebam

Batam (HK) – Pasangan lesbian, Aslina Binti Marzuki alias Gland (32) dengan Elfrina Boru Ambarita (28) ditangkap Unit Reskrim Polsek Sagulung, karena menganiaya seorang bocah perempuan Mr (7). Akibat perbuatan mereka, bocah tersebut mengalami luka-luka lebam di sekujur tubuhnya.

Penangkapan itu berdasarkan laporan korban dengan didampingi warga ke Polsek Sagulung, Senin (18/5/2020) siang atas sebuah tindakan penganiayaan terhadap bocah di bawah umur, beserta barang bukti berupa ikat pinggang dan kabel charger handphone.

Kepala Unit (Kanit), Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Barelang, IPDA Dwi Dea Anggraini SIK mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka atas laporan warga setelah mengetahui keadaan korban terhadap tindakan penganiayaan.

“Mr ini ditemukan di pinggir jalan seorang diri. Saat ditanya warga RH, korban mengaku mau kabur ke Pulau Sembulang (tempat neneknya), karena tidak tahan lagi mendapatkan siksaan dari ibu kandungnya Elfrina boru Ambarita dan
Aslina alias Gland sebagai cowok dipasangan lesbiannya,” kata IPDA Dwi Dea Anggraini SIK, Selasa (19/5/2020).

Saat tubuh Mr diperiksa warga, sebut Dwi Dea, ditemukan banyak luka lebam. Sehingga tidak tega, serta berinisiatif untuk membawa korban ke kantor polisi untuk melaporkan atas kejadian yang dialaminya.

“Tidak menunggu waktu, akhirnya pasangan lesbian ini ditangkap ditempat kontrakannya. Karena, mereka ini sudah terbukti melakukan suatu penganiayaan kepada anak perempuan yang masih di bawah umur, berinisial Mr (7),” terang Kanit PPA Polresta Barelang.

Setelah diketahui, kata Dwi Dea, ternyata Mr ini ialah anak kandung Elfrina boru Ambarita yang ayah kandungnya telah meninggal dunia, sejak 6 tahun silam.

“Mr ini anak kandung dari Elfrina Ambarita (EA). Sementara Aslina alias Glan merupakan seorang perempuan menjadi pacarnya. Mereka ini tinggal bersama selama 5 tahun terakhir di Kawasan Sagulung,” ujar Kanit PPA.

Dari pengakuan tersangka EA, dia melakukan kekerasan kepada Mr, karena melakukan satu kesalahan, dengan mengambil mainan teman-temannya, saat bermain dan menghukumnya dengan ikat pinggang dan kabel charger Hp.

“Saya hanya mendidik Mr itu, karena dia sering mencuri dan mengambil sisa makanan, dalam tempat sampah,” kata Elfrina tertunduk.

Sedangkan Gland sering memarahi Mr karena sering mengutip sisa makanan dalam tempat sampah karena kelaparan. Lalu, menghukum Mr dengan memukul dan sit up.

“Pengakuan Mr, dia hanya diberi makan sekali sehari. Karena lapar, terpaksa mengambil sisa makanan dari tempat sampah. Sehingga Glan marah dan menghukum bocah perempuan ini,” pungkas Ipda Dwi Dea.

Kasat Reskrim Polrestabarelang Kompol Andri Kurniawan SIK mengatakan, penangkapan dua tersangka lantaran sudah melakukan tindakan penganiayaan anak di bawah umur. Meskipun itu anak kandungnya sendiri.

“Kita mendapat laporan dari adanya anak yang dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri bersama pacar lesbian ibunya. Maka kasus ini langsung kita tindaklanjuti dengan mengamankan kedua pelaku,” kata Kompol Andri Kurniawan.

“Korban saat ini dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Untuk tindak lanjut, nanti akan kita informasikan,” pungkas Kasat Reskrim. (vnr)

News Feed