by

Ini Modus untuk Bisa Masuk ke Wilayah Sumbar

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengungkapkan saat ini banyak modus yang digunakan oleh sejumlah pihak untuk mengelabui petugas yang berjaga di posko check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), agar bisa masuk ke wilayah Sumatera Barat.

Di posko Kabupaten Limapuluh Kota misalnya, Nasrul Abit menemukan banyak cara yang digunakan oknum masyarakat yang datang dari Pekanbaru agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas jaga.

Mulai dari kendaraan angkutan umum yang disulap menjadi kendaraan logistik barang, alasan mengantarkan kendaraan yang baru dibeli, hingga alasan keluarga ada yang sakit, salah satu cara agar bisa melewati posko PSBB di pintu masuk perbatasan.

“Sidak yang saya lakukan Selasa dini hari tadi, masih banyak kita temukan oknum masyarakat dengan berbagai macam modus untuk bisa mengelabui petugas jaga kita. Bahkan, informasinya, ada juga oknum masyarakat yang menggunakan jasa transportasi angkutan perairan yakni perahu yang membawa mereka, melewati posko jaga. Ada juga travel isinya motor dan barang lain. Juga banyak sekali yang sebut mau antar kendaraan yang baru saja dibeli. Ini kan tidak masuk akal,”kata Nasrul Abit, Selasa 19 Mei 2020.

Di sisa waktu pelaksanaan PSBB ini kata Nasrul, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak akan lagi memberikan toleransi. Aturan PSBB diperketat. Semua masyarakat yang datang dari luar Provinsi Sumbar, dilarang masuk. Kecuali tenaga kesehatan, aparat yang bertugas dan kendaraan pengangkut kebutuhan logistik.

Demi Sumatera Barat terbebas dari pandemic COVID-19, Nasrul Abit meminta kepada seluruh masyarakat untuk memaklumi kondisi saat ini. Jika, pemerintah membatasi akses keluar masuk, itu semata-mata agar persoalan penanganan COVID-19 ini cepat selesai.

“Ini mohon maaf kepada semua. Kami ingin Sumatera Barat ini aman, sehat. Jadi, ikuti seluruh protokol kesehatan, instruksi yang sudah dibuat oleh pemerintah. Tidak ada lagi yang masuk ke Sumbar sementara waktu. Jadi, mohon bersabar. Ini semua, untuk kesehatan dan keselamatan kita semua,”ujar Nasrul.

Di sisa waktu penerapan PSBB yang tinggal Sembilan hari lagi, Nasrul Abit bertekad akan menuntaskan kasus transmisi lokal. Menurut hasil analisis kata Nasrul Abit, saat ini kasus penyebaran COVID-19 di Sumbar terjadi akibat adanya transmisi lokal. Sementara, untuk imported case sudah tidak ada lagi.

“Jadi, kami ingin menyelesaikan kasus transmisi lokal ini. Maka dari itu, kami tegaskan sekali lagi tidak ada yang boleh masuk lagi ke Sumbar. Kalau masih ada, tentu juga imported case bisa berpotensi terulang kembali,” tutup Nasrul.*

(sumber: vivanews.com)

News Feed