by

Mulai Besok, Kapal Miko Natalia Rute Batam-Karimun Berhenti Beroperasi

Karimun (HK)-Satu persatu armada kapal cepat yang melayari rute Batam-Karimun maupun sebaliknya berhenti beroperasi selama masa pandemi covid-19. Setelah MV Oceana, kali ini kapal MV Miko Natalia yang mulai berhenti beroperasi terhitung sejak Selasa, 19 Mei 2020.

Informasi tidak beroperasinya MV Miko Natalia yang melayari rute Karimun-Batam diketahui dari surat yang dikirim manajemen PT Miko Natalia dengan surat nomor: 90/MN/KRM/V/2020 tertanggal 18 Mei 2020 tentang Pemberitahuan Tidak Beroperasi. Surat tersebut dikirimkan kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun.

Dalam surat yang ditandatangani Elisman, selaku Kepala Operasi PT Miko Natalia mengatakan, dengan ini memberitahukan kapal MV Miko Natalia tidak beroperasi untuk sementara waktu, terhitung dari Selasa, 19 Mei 2020 dan akan beroperasi kembali sampai ada pemberitahuan berikutnya.

Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (DPC INSA) Kabupaten Karimun, Bustami Datuk Rajo Marah ketika dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Salah satu alasan pihak perusahaan pelayaran berhenti beroperasi sementara waktu, karena tidak sebandingnya antara jumlah penumpang dengan biaya operasional.

“Informasi itu memang benar, perusahaan sudah tak sanggup lagi beroperasi karena tidak sebandingnya biaya operasi dengan jumlah penumpang kapal. Tadi pagi saja, kapal Miko Natalia hanya membawa 10 atau 12 penumpang dari Batam ke Karimun,” ungkap Bustami Datuk Rajo Marah.

Kata Bustami, salah satu turunnya jumlah penumpang kapal dari Batam ke Karimun maupun sebaliknya karena adanya persyaratan penumpang diantaranya diharuskan melengkapi hasil rapid test yang menyatakan non reaktif Covid-19, surat kesehatan, menjalani pemeriksaan kesehatan secara langsung dan dilengkapi dengan riwayat perjalanan.

“Persyaratan seperti itu jelas sekali memberatkan penumpang. Apalagi, untuk biaya rapid test mencapai 300 ribu hingga 400 ribu rupiah. Kalau penumpang dibebankan dengan persyaratan seperti itu jelas mereka tidak sanggup. Akhirnya, mereka lebih memilih untuk tidak bepergian,” tuturnya.

Dijelaskan, dengan berhenti beroperasinya kapal MV Miko Natalia yang melayari rute Batam-Karimun, maka yang tinggal hanya kapal Batam Jet dan Dumai Line yang melayari rute Batam-Selatpanjang dan singgah ke Karimun dengan pelayaran satu kali sehari. (ham)

News Feed