by

Performa Ekspor Pertanian nan Menggoda di Masa Corona

JAKARTA (HK)-Ekspor pertanian mencatatkan kenaikan sebesar 12,66 persen (yoy) dengan nilai transaksi sebesar US$0,28 miliar. Berdasarkan sektor yang ada, hanya ekspor pertanian saja yang mengalami kenaikan secara tahunan di tengah pandemi Corona. Artinya, performa ekspor hasil sawah ladang itu masih cukup menggoda.

“Kenaikan di sektor pertanian membuat total ekspor Indonesia secara kumulatif mencapai US$53,95 miliar, atau naik sebesar 0,44 persen (yoy),” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, baru-baru ini.

Suhariyanto menyebutkan, sepanjang Januari-April lalu, ekspor hasil pertanian meningkat sebesar 15,15 persen. Ia menilai capaian ini lebih baik dari capaian tahun sebelumnya.

Negara tujuan ekspor nonmigas pada April 2020 lalu di antaranya China sebesar US$2,21 miliar, Amerika Serikat sebesar US$1,29 miliar, dan Jepang sebesar US$1,04 miliar. Ketiganya terakumulasi memberi kontrobusi sebesar 39,24 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,04 miliar.

“Dengan memperhatikan pandemi Covid-19, performa ekspor ini masih lebih bagus dari ekspektasi. Ini tentunya sebuah signal positif dan mudah-mudahan ke depan performa ini bisa ditingkatkan lebih jauh,” harapnya.

Kenaikan juga terjadi pada upah buruh tani pada awal tahun ini. BPS mencatat, kenaikan upah buruh mencapai 0,12 persen dari Rp 55.254 pada Maret 2020 menjadi Rp55.318 per hari pada April 2020.

Ia mengatakan, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh inflasi di pedesaan pada April 2020 yakni sebesar 0,11 persen, sehingga upah rill cenderung stabil. “Upah buruh tani April bisa dibilang dalam keadaan stabil,” katanya. [*]

sumber:weonline

News Feed