by

Amalan Biasa yang Paling Disukai Allah SWT

Oleh: Ustadz Azwar Aswin, Pengelola Penelitian LAN RI

Saat ini Work From Home (WFH) dan physical distancing telah memberikan semacam keluangan waktu yang selama ini tak dimiliki oleh pekerja dan pelajar. Keluangan waktu ini membuat kita jadi lebih update soal informasi terbaru dan rupanya makin sering kita melihat gadget sama dengan makin sering terkaget-kaget.

Masih membekas dalam ingatan, di hari pertama bulan Ramadhan, publik dikejutkan oleh ulah seorang youtuber yang mengiming-imingi uang Rp10 juta bagi orang yang bersedia membatalkan puasanya. Ia menawarkan uang itu kepada petani, penyapu jalan, anak-anak, dan penjaga kolam renang.

Kita patut bersyukur, tidak ada satu pun orang dalam video itu yang tergoda untuk membatalkan puasanya, meski kita tahu pekerjaan semacam penyapu jalan atau penjaga kolam renang tentu gajinya tak sampai Rp10 juta. Terlepas dari semua itu, persoalannya ialah: youtuber itu melakukan sesuatu yang tidak biasa.

Adakah amalan yang biasa di bulan Ramadan? Setahu saya, orangtua dan para guru kita di masa sekolah dulu biasa mendidik kita bahwa berpuasa itu dimaksudkan agar kita ini juga dapat merasakan penderitaan orang-orang miskin yang seringkali merasakan kelaparan.

Maka itu, empati yang muncul di bulan Ramadan ini hendaknya mendorong kita melaksanakan amalan biasa: mengirimkan takjil/makanan untuk berbuka atau bersedekah kepada orang-orang miskin. Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu (HR. Abu Dawud dan Timidzi).

Bersedekah makanan di sini maksudnya makanan yang layak loh ya.

Apa amalan biasa seputar shalat di bulan Ramadhan ini? Kalau kita sudah terbiasa shalat 5 waktu, tapi merasa ada yang kurang? Maka tambahkan kebiasaan baru yakni shalat sunnah rawatib, lalu sunnah isyraq, dhuha dan tahajud.

Kalau dirasa masih kurang juga, boleh ditambah salat sunnah awwabin setelah shalat sunnah ba’da Maghrib. Kalau ingin menambah dalam konteks biasa, ya tambah sholatnya sesuai aturan yang benar, bukan malah tambah gerakan sholatnya dengan joget disko sambil direkam untuk TikTok. Kacau itu.

Saya masih kuliah di Samarinda dulu, saya mendengar ulama lokal KH. Natsir Kadrie menyampaikan di suatu khotbah Jum’at bahwa amalan kecil yang berulang-ulang itulah yang justru akan menjadi penyelamat kita di akhirat kelak. Dalam hadits riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Amalan yang paling Allah sukai adalah yang dilakukan secara konsisten walaupun sedikit.”

Kita mungkin bisa terus terkaget-kaget dengan berita, tapi kita harus tetap hidup biasa-biasa saja. Dengan amalan kecil yang terus diulang-ulang.*

(sumber: okezone.com)

News Feed