by

Positive Self-Esteem dalam Menghadapi Corona

Oleh: Deni Yupiki, Kaderisasi FORSI Universitas Ibnu Sina

Sampai hari ini, jumlah orang Indonesia yang terinfeksi covid-19 telah melewati angka 12000 orang. Dengan jumlah penambahan rata-rata dalam seminggu terakhir sekitar 300 orang perhari. Menurut Guru Besar Statistika UGM Dedi Rosadi bersama dengan Heribertus Joko, kemungkinan wabah ini benar-benar berakhir yaitu pada awal Juni 2020. Hal ini memberikan gambaran bahwa untuk beberapa bulan kedepan, jumlah kasus positif corona akan terus bertambah.

Sejauh ini, telah banyak hal yang dilakukan pemerintah guna mengatasi penyebaran virus serta penanganan terhadap masyarakat yang terpapar covid-19. Mulai dari perberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pembangunan rumah sakit khusus penanganan covid-19, hingga yang terbaru pelarangan mudik dan pemberhentian operasional maskapai penerbangan. Namun belum terlihat tanda-tanda signifikan penurunan jumlah orang yang terpapar covid-19.

Tentu selain dari usaha pemerintah, Lembaga Swadaya Masyaralat (LSM) dan lain-lain. Kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penangan virus corona haruslah ditanamkan dan ditumbuhkan. Karena hal ini merupakan cara yang paling efektif. Inilah mengapa pentingnya selfesteem dalam usaha perlawanan ini.

Branden (1994) mengungkapkan bahwa self-esteem atau harga diri merupakan evaluasi positif dan negatif tentang diri sendiri yang dimiliki seseorang. Evaluasi ini memperlihatkan bagaimana individu menilai dirinya sendiri dan diakui atau tidaknya kemampuan dan keberhasilan yang diperolehnya. Penilaian tersebut terlihat dari penghargaan mereka terhadap keberadaan dan keberartian dirinya.

Menurut Coopersmith (1967) aspek-aspek yang terkandung dalam Self-esteem ada tiga yaitu: Perasaan Berharga. Perasaan berharga merupakan perasaan yang dimiliki individu ketika individu tersebut merasa dirinya berharga dan dapat menghargai orang lain. Orang yang merasa dirinya berharga, akan cenderung melakukan tindakan yang menyenangkan dirinya. Hal ini akan mempengaruhi individu untuk menjaga kesehatan fisik dan psikisnya. Serta tingkat kepeduliannya terhadap orang lain begitu besar. Dalam penanganan covid-19, hal ini sangat dibutuhkan karena akan menimbulkan rasa saling melindungi satu sama lain, serta perasaan saling menerima dan mendukung apabila ada yang terinfeksi virus corona.

Perasaan Mampu. Perasaan mampu merupakan perasaan yang dimiliki oleh individu pada saat dia merasa mampu mencapai suatu hasil yang diharapkan. Perasaan ini akan memberikan energi positif baik bagi mereka yang telah terinfeksi covid-19 maupun yang tidak. Dasarnya kita akan yakin bahwa kita akan berhasil melewati wabah ini. Keyakinan ini membuat kita lebih berusaha untuk menjaga diri, maka usaha-usaha pencegahan seperti bersabar untuk berdiam diri di rumah dan lainlain akan serius dilakukan.

Perasaan Diterima. Perasaan diterima merupakan perasaan yang dimiliki individu ketika ia dapat diterima sebagai dirinya sendiri oleh suatu kelompok. Hal ini akan memberikan rasa aman antar individu. Bagi mereka yang terpapar covid-19, akan menciptakan ketenangan karena dalam kondisi terburukpun masih ada orang-orang sekitar yang siap membantu.

Menurut jurnal Psycho Holistic Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, apabila semakin tinggi tingkat self-esteem maka semakin rendah tingkat depresi, begitu pula sebaliknya apabila self-esteem rendah maka semakin tinggi pula tingkat depresi.

Lalu merujuk pada Health Information: Jurnal Penelitian Poltekkes Kemenkes Kendari, Ketika terjadi depresi, tubuh akan menghasilkan sitokin proimplamasi yang mengakibatkan peradangan pada sel tubuh, yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menurun.

Artinya orang-orang mengalami depresi cenderung lebih mudah untuk terkena penyakit. Sebaliknya, ketika suasana hati sedang baik, maka sistem kekebalan tubuh akan meningkat dan lebih sulit terkena penyakit. Virus yang berasal dari luar ketika masuk ke tubuh, maka yang diserang ialah sistem kekebalan tubuh. Maka pengaruh virus didalam tubuh bergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh.

Positive self-esteem atau harga diri yang baik akan membuat mental seseorang mampu bertahan dalam keadaan tertekan, sehingga lebih mampu dalam mengatur emosi yang membuat sistem kekebalan tubuh akan meningkat dan lebih punya kemungkinan besar untuk terhindar dari efek buruk infeksi virus.***

News Feed