by

Kakek Usia 90 Tahun di Karimun Positif Corona

KARIMUN (HK) – Kakek berusia 90 tahun yang sebelumnya menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ternyata positif terpapar virus corona. Hasil tes PCR nya yang kedua kali sudah sampai ke Karimun, Kamis (23//4/2020), dengan hasil positif.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi ketika dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, kakek tersebut saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD M Sani Karimun.

“Ada satu orang PDP yang positif covid-19. Dia merupakan pasien laki-laki berusia 90 tahun. Saat ini, tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD M Sani Karimun,” ujar Rachmadi memberikan informasi via ponselnya.

Sebelum menjalani tes swab, kakek yang merupakan warga Kecamatan Karimun tersebut telah menjalani rapid test (tes cepat) yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun. Hasilnya, dia reaktif corona.

Bukan hanya kakek tersebut, anaknya juga dinyatakan reaktif corona juga setelah menjalani tes cepat.

Bukan hanya itu, 4 orang yang merupakan keluarga dari kakek tersebut juga sudah menjani rapid test dengan hasil reaktif. Namun, hasil PCR keempatnya belum keluar. Keempatnya saat ini tengah menjalani perawatan di Puskesmas Meral Barat.

Empat orang yang dinyatakan reaktif tersebut diantaranya, 3 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Mereka mulai diisolasi di Puskesmas Meral Barat terhitung sejak hari ini.

“Ada penambahan 4 orang yang reaktif setelah dilakukan rapid test pada hari ini. Empat orang itu, 3 orang adalah perempuan dan 1 orang merupakan laki-laki,” jelas Rachamdi.

Kata Rachmadi, 4 orang yang reaktif tersebut merupakan cluster dari kakek berusia 90 tahun, warga Kecamatan Karimun yang sebelumnya sudah dinyatakan reaktif. Kakek tersebut saat ini tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD M Sani.

Dijelaskan, 4 yang reaktif tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG). Namun, karena salah satu keluarga mereka ada yang reaktif maka keluarga mereka juga dilakukan rapid test.

“Rapid test tidak hanya dilakukan kepada orang yang memiliki gejala saja, ada juga karena faktor resiko seperti yang 4 orang ini, karena ada keluarganya reaktif makanya mereka juga dilakukan rapid test,” jelasnya.

Menurut Rachmadi, keempatnya merupakan satu cluster dengan kakek yang berusia 90 tahun yang sebelumnya sudah dinyatakan reaktif. Satu orang merupakan anak kakek tersebut dan lainnya merupakan saudara dan ada yang lain rumah.(ham)

News Feed