by

Penyidik Satlantas Dilaporkan ke Propam Polda Kepri. Ini Kata Kapolresta Barelang

Batam (HK) – Salah seorang warga Batam, Anggi melaporkan dua penyidik Satlantas Polresta Barelang kepada Propam Polda Kepri. Dia menilai ada dugaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) palsu tentang kecelakaan lalu lintas pada 7 Februari 2020 lalu di Jalan Sudirman, Duta Mas Batam.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Nugroho melalui Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Betty menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, olah tempat kejadian perkara, dan analisa yuridis oleh penyidik, maka penyidik menetapkan Anggi sebagai tersangka dalam perkara laka lantas tersebut.

Saksi fiktif yang menjadi keberataan Anggi, dalam hal ini Slamet Suyatno, adalah benar-benar ada dan berada di tempat kejadian sehingga mengetahui perihal laka lantas tersebut.

“Untuk pembuktian, Slamet Suyatno akan dihadirkan pada saat persidangan di pengadilan terhadap perkara laka lantas tersebut,” ucap Kapolres dalam rilis tertulisnya, Jumat (10/4/2020).

Disampaikan, terkait masalah tersebut Kapolresta Barelang menyampaikan beberapa hal.

Pertama, merupakan hak setiap orang untuk mendapatkan keadilan dan melaporkan apabila dalam proses penyidikan yang dilaksanakan oleh anggota Polri terhadap dirinya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, dalam hal ini ke Bidpropam Polda Kepri.

Kedua,apabila ditemukan penyidik Polri bekerja tidak sesuai dengan Undang Undang dan aturan yang berlaku terkait dengan proses penyidikan yang sedang dia tangani, maka penyidik Polri Tersebut akan menerima Sanksi atas perbuatannya.

Ketiga, tetapi apabila laporan terhadap proses penyidikan tersebut tidak terbukti, maka pihaknya akan mengambil sikap sesuai dengan ketentuan hukum dan undang-undang yang berlaku terhadap laporan maupun media yang sudah memblow up pemberitaan tersebut.

“Karena pemberitaan tersebut akan berdampak terhadap menurunnya kepercayaan Masyarakat kepada proses penyidikan Polri,” tuturnya.

Diketahui poin-poin yang dilaporkan oleh Anggi ke Bidpropam Polda Kepri itu antara lain adalah, dia merasa keberatan dengan adanya saksi yang dinilai fiktif dalam pemeriksaan masalah kecelakaan lalu lintas tersebut dan dia juga keberatan dijadikan tersangka setelah berkas penyidikan sampai di kejaksaan. (dam)

News Feed