by

Perangkat Desa di Bintan Kerja Lembur. Ini Penyebabnya

Bintan (HK) – Sejak diinstruksikan mendata warga yang dimasukkan sebagai calon penerima bantuan dampak COVID-19, hampir setiap hari para perangkat desa bekerja lembur.

Hal ini dilakukan agar, data yang diminta Dinas Sosial (Dinsos) dari desa/kelurahan bisa segera dikirim tepat waktu. Kondisi inilah yang dirasakan perangkat Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya.

Saat disambangi jajaran Komisi I DPRD Bintan, Kamis (9/4) pagi, Kepala Desa Toapaya Utara Sayet menceritakan betapa susahnya menuntaskan pendataan warga yang akan menerima bantuan.

Ditambah lagi, arahan dari Dinsos Bintan kepada desa-desa semakin membuat pekerjaan berat lantaran sering berubah-ubah.

“Alhamdulillah kita sudah menuntaskan pendataannya. Tapi, kami baru dapat telpo kalau warga yang menerima mesti mencantumkan nomor rekening. Jadi belum kita input datanya,” ujar Sayet dihadapan anggota dewan itu.

Memangg kata Sayet, warganya tak sebanyak wilayah lain. Akan tetapi, luasan wilayah dan persebaran penduduk yang renggang membuat proses pendataannya memakan waktu dan menguras tenaga.

“Kita dan staff-staff bekerja sampai jam 6 sore. Ya supaya warga kita bisa dapat (bantuan), tidak ada yang ketinggalan didata,” katanya.

Ia juga menyampaikan beberapa aspirasinya kepada anggota Komisi I yang hadir seperti dalam penyaluran bantuan supaya tidak menggunakan nomor rekening. Sebab kata Sayet, banyak warganya yang gaptek.

“Jangankan nomor rekening, mohon maaf masih ada juga warga yang gak tahu apa itu rekening. Jadi harapan kami supaya dalam penyalurannya tidak menggunakan rekening lah, untuk mempermudah masyarakat,” timpalnya.

Senada dengan penyampaian itu, Ketua Komisi I DPRD Bintan Daeng Muhammad Yatier mengatakan, memang dalam penyaluran bantuan COVID-19 tidaklah begitu perlu memakai rekening bank. Mengapa, karena tidak semua warga memilikinya.

“Kita niatnya membantu. Coba sekarang buka rekening saja sudah Rp 500 ribu, sementara bantuan yang akan diterima Rp 300 ribu. Kan kasian, apalagi warga-warga kita yang di pulau-pulau,” kata Yatier.

Dewan kata dia, berencana akan rapat dengan Dinsos Bintan dan Dinas Kesehatan Bintan untuk menyampaikan persoalan-persoalan mengenai penanganan virus corona yang ditemui saat menyambangi desa-desa di Bintan.

Sebagaimana diketahui, bantuan yang digelontorkan dari APBD Bintan tahun 2020 sebesar Rp 67 miliar yang dibagi untuk pencegahan sebesar Rp 8 miliar dan untuk penanganan sebesar Rp 6 miliar sedangkan alokasi untuk recovery pemulihan ekonomi masyarakat sebesar Rp 53 miliar untuk 44.000 KK se-Bintan.

Nantinya warga akan menerima Rp 300 ribu/bulan selama 4 bulan sebagai bantuan bagi warga yang terdampak virus corona. (oxy)

News Feed