by

Ini Riwayat Perjalanan 3 ASN di Batam Positif Corona

BATAM (HK) – Dari 5 orang warga Kota Batam Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona, 3 diantaranya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Walikota Batam, Muhammad Rudi pada Kamis (9/4/2020) mengatakan, gambaran umum riwayat perjalanan dan kronologis 3 ASN dan yang lainnya setelah mendapatkan hasil pemeriksaan swabnya telah terkonfirmasi positif Corona.

Pertama, kasus 06 Anak laki-laki berusia 13 tahun, pelajar. Dia beralamat di perumahan kawasan Batam Centre. Dimana dia adalah close contact primer atau kontak erat terdekat dengan kasus 04 yang merupakan ibu kandungnya.

Pada saat ibunya dalam perawatan yang dia tinggal sendiri di rumah sampai kakeknya datang untuk mendapinginya dan pada saat itu dia sudah merasakan adanya gangguan kesehatan badannya terasa demam, ada muntah dan batuk ringan.

“Kemudian oleh tim medis puskesmas setempat dilakukan pemeriksaan dan diberi obat,” ucap Rudi dalam rilisnya yang diterima haluankepri.com, Kamis (9/4/2020) malam.

Kedua lanjt Rudi, kasus 07 adalah perempuan (57 tahun), ASN beralamat di perumahan kawasan Lubuk Baja. Dimana pada 28 Maret 2020 lalu dia berobat ke UGD RS Swasta di dekat rumahnya dengan keluhan mengalami demam, mual, muntah, nyeri ulu hati dan kembung sejak seminggu yang lalu.

Yang bersangkutan tidak memiliki riwayat
perjalanan keluar kota atau keluar negeri ataupun kontak langsung dengan terduga Covid-19. Hasil pemeriksaan penunjang diagnostik foto rontgen oleh dokter pemeriksa ditegakkan diagnosis “Viral Infection dan Pneumonia” dan kemudian yang bersangkutan dirawat diruangan VIP rumah sakit tersebut.

Keesokan harinya yang bersangkutan di konsulkan ke dokter paru dan dilakukan foto rontgen ulang dengan hasil pneumonia dan infiltrate bertambah kemudian yang bersangkutan dilakukan perawatan di ruang isolasi.

Pada 30 Maret 2020 kepada yang bersangkutan dilakukan Rapid Diagnostict Test (RDT) dengan hasil Non Reaktif dan pada keesokan harinya dilakukan pengambilan swab yang hasilnya belum dapat diperoleh pada saat itu.

Pada hari ini diperoleh hasil swab yang bersangkutan dengan kesimpulan dinyatakan terkonfirmasi positif.

Ketiga, kasus 08 adalah seorang perempuan (57 Tahun) ASN dan dia satu kantor dengan kasus 07. Dia beralamat diperumahan kawasan Sekupang Kota Batam.

Pada 24 Maret 2020 yang bersangkutan diperiksa oleh tim medis Puskesmas setempat karena mengalami keluhan demam, batuk, filek dan sakit tenggorokan selanjutnya diberikan obat.

Namun demikian sampai dengan 30 Maret 2020 kondisi yang bersangkutan terlihat belum juga membaik dan mengingat yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan keluar kota, maka tim medis Puskesmas setempat melakukan RDT yang hasil kesimpulannya reaktif dan diingatkan untuk Self Isolation di rumah.

Berdasarkan tracing yang dilakukan kepada yang bersangkutan pada keesokan harinya tim juga melakukan RDT terhadap orang serumah atau kontak dekat yaitu suami dan anaknya, selanjutnya juga diikuti dengan pemeriksaan Swab di RSUD Embung Fatimah dan pada hari ini baru diperoleh hasilnya dengan terkonfirmasi positif.

Keempat, kasus 09 adalah perempuan (32), ASN-P3K. Dia beralamat di perumahan kawasan sekupang Kota Batam dan yang bersangkutan merupakan anak dari kasus 08 dan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota atau keluar negeri.

Sebelumnya yang bersangkutan juga merasakan keluhan sedikit demam dan batuk-batuk ringan. Mengingat yang bersangkutan merupakan kontak erat dari kasus 08, maka tim medis puskesmas setempat pada keesokan harinya melakukan Rapid Diagnostict Test (RDT) dengan hasil yang dinyatakan reaktif.

Selanjutnya pada hari itu juga yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab yang kesimpulan hasilnya baru diperoleh pada hari ini terkonfirmasi positif.

Kelima, kasus 010 adalah laki-laki (64 Tahun) pensiunan. Dia beralamat diperumahan kawasan Sekupang Kota Batam. Yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan PPOK dan juga memiliki riwayat perjalanan keluar kota satu bulan yang lalu.

Yang bersangkutan merupakan suami dari kasus 08 dan ayah dari kasus 09, mengingat hal demikian pada 31 maret 2020 tim medis puskesmas setempat juga melakukan Rapid Diagnostct Test (RDT) kepada yang bersangkutan dengan kesimpulan hasil reaktif.

Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan swab yang hasilnya pada hari ini diperoleh terkonfirmasi positif. Pada 8 April 2020 yang bersangkutan mengalami keluhan nyeri dada kiri yang tidak menjalar dan menembus punggung belakang serta mengalami keluhan sesak nafas dan batuk berdahak.

Kemudian dia dibawa oleh keluarganya ke UGD RSBP Batam. Setelah dilakukan tindakan pertolongan kedaruratan yang bersangkutan kondisinya membaik dan stabil.

Namun demikian sesuai dengan hasil foto rontgen dokter pemerisa menyimpulkan adanya kesan gambaran bronkopneumonia dan diharuskan menjalani rawat inap.

“Berdasarkan hasil swab tersebut saat ini kelima pasien tetsebut telah dilakukan perawatan pada ruang isolasi/PIE RSBP Batam,” jelas Rudi.

Ditambahkan Rudi, sesuai dengan gambaran dan hasil tersebut diatas bahwa Kota Batam saat ini sudah terjadi transmisi lokal yang terdiri atas 2 Cluster yaitu dari kasus 04 dan kasus 08.

“Dengan situasi demikian saat ini telah dan terus dilakukan proses kontak tracing terhadap semua orang yang ditengarai telah kontak dengan kasus dari kedua cluster tersebut, terutama terhadap orang-orang yang berinteraksi dan beraktifitas di lingkungan kedua cluster tersebut baik pada tempat tinggal maupun ditempat bekerjanya,” tutupnya.(dam)

News Feed