by

Pemkab Karimun Alihkan Dana Pilkada Untuk Tangani Corona

KARIMUN (HK) – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun melakukan penggeseran anggaran dalam APBD Karimun tahun anggaran 2020 untuk menangani pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) sedikit lagi akan rampung. Bupati Karimun, Aunur Rafiq sudah beberapa kali rapat dengan jajarannya untuk membahas wacana tersebut.

“Kita sedang melakukan rapat hari ini, sebenarnya rapat ini sudah hampir satu minggu kita lakukan. Pertama, rapat kita terkait penggeseran anggaran belanja barang dan jasa untuk pengadaan ruang isolasi dan sebagainya,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq di gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Senin (6/4/2020).

Kemudian, rapat juga membahas tentang bantuan stimulan dengan melakukan penggeseran-penggeseran anggaran termasuk anggaran untuk pilkada.

“Hari ini sedang rapat, mudah-mudahan semakin besar semakin banyak yang kita berikan,” jelasnya.

Selain dana pilkada, pos anggaran lain yang akan digeser oleh Pemkab Karimun adalah anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) pejabat dan pegawai Pemkab Karimun. Selanjutnya, anggaran yang bersifat seremonial dan seminar juga akan dialihkan untuk penanggulangan corona.

Aunur Rafiq sebelumnya mengatakan, sebelum pihaknya melakukan kebijakan penggeseran anggaran tersebut, Pemkab Karimun terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kejari Karimun sekaligus meminta Kejari untuk melakukan pendampingan terkait kebijakan itu.

“Tadi kami sudah rapat dengan Pak Kajari beserta jajaran terkait penggeseran anggaran dalam APBD untuk penanggulangan covid-19 di Kabupaten Karimun. Kita minta Kejari Karimun dan BPKP Kepri untuk melakukan pendampingan,” ungkapnya saat ditemui di lantai 3 ruang rapat Kantor Bupati Karimun, Kamis, 2 April 2020 lalu.

Aunur Rafiq mengatakan, pihaknya berupaya melakukan penggeseran anggaran semaksimal mungkin, untuk kegiatan fisik yang bisa digeser sekitar Rp12 miliar. Sedangkan, dana perbantuan masih dalam pembahasan. Dia berasumsi anggaran di luar fisik juga diatas Rp10 miliar.

Untuk kegiatan non fisik, yang akan digeser nantinya adalah anggaran untuk pos bantuan bencana, apakah nanti dalam bentuk pembagian sembako, dana-dana operasional dari seluruh tim yang ada nanti juga akan digeser.

“Mungkin sebagian petunjuk yang sudah dapat ke kami adalah adanya kegiatan penundaan pilkada. Dana pilkada itu nanti akan kami geser untuk bantuan. Kami juga akan menyisir untuk pos-pos yang lain, termasuk nantinya pos perjalan dinas dan kegiatan-kegiatan seremonial, seminar akan digeser untuk kegiatan penanggulangan covid-19,” tuturnya.

Aunur Rafiq akan melakukan langkah cepat. Penggeseran anggaran itu nanti akan digunakan untuk pembangunan ruang isolasi yang ada di RSUD M Sani yang awalnya untuk gedung IGD, namun nantinya akan digunakan untuk ruang isolasi pasien corona.

Terkait rencana penggeseran anggaran tersebut, Bupati Karimun selaku eksekutif juga telah melakukan koordinasi dengan DPRD Karimun selaku pihak eksekutif.

“Kami hanya memberikan surat pemberitahuan kepada DPRD, sesuai dengan petunjuk dan aturan yang berlaku. Sifatnya hanya koordinasi dan konsultasi kepada dewan dan ini sedang berproses,” pungkasnya.(ham)

News Feed