by

Asyura Bagikan Sembako Pada Duafa Terdampak Corona

KARIMUN (HK) – Kepatuhan masyarakat terhadap anjuran pemerintah agar tetap di rumah selama masa pandemi corona ternyata menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Warga yang selama ini menggantungkan hidup dengan penghasilan harian, seperti buruh, tukang ojek, parkir, porter, sopir dan pedagang harian (tukang sorak di pasar) otomatis tak mampu lagi bekerja. Dampaknya, penghasilan yang tiap hari mereka dapatkan jadi hilang, dan tentu saja kebutuhan dapur keluarga juga terganggu.

Beberapa komponen masyarakat memahami betul, kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat berpenghasilan harian itu. Mereka yang prihatin mulai menunjukkan kepeduliannya.

Seperti yang dilakukan mantan Ketua DPRD Karimun, HM Asyura dan istrinya, Sumarni. Mereka menyisihkan sedikit rezeki yang dimiliki dan dibelikan beberapa paket sembako seperti beras, gula, minyak goreng, teh dan keperluan sehari-hari lainnya yang kemudian disalurkan kepada warga kurang mampu di lingkungan tempat tinggalnya.

Kedua pasangan suami istri ini, yang tak tahan melihat kondisi perekonomian tetangga dan warga sekitarnya di Pulau Kundur kemudian membagi-bagikan puluhan paket sembako. Warga kurang mampu atau kaum duafa tersebut datang langsung ke rumah Asyura di Tanjungbatu, Kundur.

“Sembako yang kami bagikan ini merupakan swadaya dari kami (suami-istri). Sembako ini kami bagikan kepada para tetangga yang pada umumnya janda, orang yang tidak mampu dan bekerja sebagai petani, tukang dan ada juga yang sudah lama pulang dari Malaysia namun tak memiliki pekerjaan lagi,” ujar Asyura.

Asyura mengatakan, bantuan yang diberikannya itu belumlah seberapa jika dibandingkan dengan penderitaan masyarakat saat ini. Dia bahkan mendapat laporan ada sebagian warga yang betul-betul tidak memiliki beras lagi untuk ditanak.

“Kasihan kita, banyak warga yang memang tak memiliki apa-apa lagi untuk dimakan. Jangankan untuk keperluan lain, mau beli beras saja mereka sudah tak ada uang,” tuturnya.

Di tengah kesulitan ekonomi saat ini, Asyura merasa bersyukur masih bisa berbagi dengan sesama, khususnya kaum duafa di lingkungan tempat tinggalnya. (ham)

News Feed