by

Klub Liga Premier akan Kehilangan Rp 15,1 T Jika Liga Dihentikan

Penghentian sementara Premier League telah membuat klub-klub Liga Inggris kehilangan banyak pemasukan. Apalagi jika liga dihentikan.

Pandemi corona saat ini sudah membuat Liga Inggris dan kompetisi lainnya terhenti sementara. Dengan pandemi ini sedang menuju puncaknya di Eropa maka penangguhan kompetisi bisa lebih lama lagi.

Bahkan target kompetisi akan berjalan setelah 30 April akan sulit terwujud sehingga otoritas liga akhirnya menghentikan tanpa batas waktu. UEFA memang meminta kompetisi untuk diselesaikan mengingat tim-tim sudah menuntaskan 3/4 musim berjalan.

Tapi, ada opsi paling pahit yakni musim akan dibatalkan tanpa juara mengingat tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Liga Inggris paling ramai diisukan akan berakhir seperti itu dan Liverpool sebagai pemimpin klasemen tentu dirugikan.

Sebab mereka hanya butuh dua kemenangan dari sembilan laga tersisa untuk merebut gelar juara liga pertama dalam 30 tahun. Meski opsi itu kencang dimunculkan ke publik belakangan ini, tampaknya klub-klub Premier League tidak akan memilihya.

Dilansir Mirror, mereka akan kehilangan uang total 750 juta paun atau sekitar Rp 15,1 T jika musim tidak selesai. Sebab, klub-klub harus membayar penalti kepada stasiun tv pemilik hak siar karena musim dibatalkan.

Jumlahnya memang bervariasi tergantung jumlah laga yang sudah disiarkan. Sebagai contoh, Burnley sudah mengumumkan akan kehilangan 50 juta paun jika musim tidak tuntas, rinciannya lima juta paun dari tiket pertandingan dan 45 juta sisanya dari hak siar. Untuk klub seperti Burnley, nominal itu terbilang tinggi.

Tim-tim seperti Liverpool, Manchester United, dan Arsenal yang punya hak siar lebih tinggi tentu harus membayar denda lebih besar. Untuk klub-klub seperti itu kerugiannya bisa mencapai total 100 juta paun atau senilai hampir Rp 2 triliun.

Jadi, bagaimana?*

(sumber: detiksport.com)

News Feed