by

Ini Bisnis yang Tak Kuat Bayar THR, Tempat Kerjamu Bukan?

JAKARTA (HK) – Imbas dari mewabahnya virus corona di Indonesia membuat beberapa pengusaha di DKI Jakarta mengaku sudah tak kuat untuk membayar kewajiban Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya nanti.

Wakil Ketua Umum Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan sektor yang paling kena dampak adalah sektor Pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran, kafe, pusat hiburan, dan UKM.

“Sektor hiburan diminta libur 1 bulan dan nanti selama Ramadhan libur lagi 1 bulan, pemasukan dari mana dan usaha hiburan banyak di Jakarta,” katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (3/4/2020).

Selain itu, Ia berujar bahkan sektor tempat hiburan pada umumnya tak kuat membayar THR sama sekali. Namun, ada sektor-sektor yang meminta keringanan sampai 50% untuk pembayaran THR.

Sektor tempat hiburan, antara lain:

1. Klab Malam
2. Diskotek
3. Pub/Musik
4. Karaoke Keluarga
5. Karaoke Executive
6. Bar/Rumah Minum
7. Griya Pijat
8. Spa
9. Bioskop
10. Bola Gelinding
11. Bola Sodok
12. Mandi Uap
13. Seluncur
14. Arena permainan ketangkasan manual, mekanik dan elektronik untuk orang dewasa

“Semua tergantung sektor usaha dan cash flow [arus kas] perusahaan. Kalau sektor tertentu seperti di atas ya 100% mereka tidak mampu. Sektor tertentu mungkin hanya bisa 50% makanya perlu segera kebijakan dari pemerintah,” katanya

Ia berharap pemerintah jangan lambat merespon hal-hal nyata di lapangan seperti soal THR. Ini karena waktu berjalan terus, pengusaha dan pekerja butuh waktu negosiasi untuk mencari jalan terbaik. Padahal waktu pembayaran THR hanya kurang dari satu setengah bulan. “Kita masih nunggu kebijakan Kemenaker,” katanya. (*)

Sumber: CNBC

News Feed