by

3 Bocah di Bandung Barat Ini Terlantar Akibat Ortu Terpapar Corona

BANDUNG (HK) – Beredar sebuah video yang menunjukkan tiga bocah terpaksa menginap di rumah sakit. Kabarnya kedua orang tuanya diisolasi karena terpapar virus Corona.
Video berdurasi 15 detik yang beredar di twitter dan instagram itu yang memperlihatkan tiga orang anak kecil masuk ke RSUD Cililin, Kabupaten Bandung Barat, menenteng keresek hitam yang berisi perlengkapan menginap.

Dalam video yang diunggah oleh aku twitter @puchaa, terlihat ketiga anak itu masuk ke rumah sakit disambut oleh seorang perawat. Tak tampak raut wajah takut dari bocah-bocah malang itu.

Keterangan dalam video itu bertuliskan “Orang tua dan neneknya positif COVID-19 (virus corona), di rumah gak ada yang ngurusin, tetangga pada takut semua. Terpaksa dibawa ke RSUD Cililin,” tulis @puchaa dalam video.

Ketiga anak kecil itu ternyata terpaksa menginap sementara di rumah sakit karena sang ayah positif terpapar Corona, sehingga saat ini diisolasi di RSHS Bandung. Sementara ibu dan nenek mereka, juga menunjukkan gejala Positif Corona dan harus menjalani isolasi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Hernawan, membenarkan kabar tersebut. Keluarga dan tetangga di sekitar kediaman korban merasa ketakutan dan khawatir jika harus mengurus ketiganya.

Dengan pertimbangan sosial dan medis, akhirnya ketiga anak yang berusia 12 tahun, 7 tahun, dan 4 tahun itu dibawa ke rumah sakit untuk dirawat dan juga melakukan isolasi.

“Pertimbangannya selain sosial karena mereka tidak ada yang mau merawat, tapi juga medis. Memang kita sudah telusuri saudara dan warga, memang mengaku takut terpapar corona juga, Akhirnya dibawa ke rumah sakit,” ujar Hernawan saat dihubungi, Minggu (5/4/2020).

Lantaran sudah melakukan kontak erat dengan keluarganya, ketiga anak itu akhirnya menjalani rapid test. Hasilnya, si bungsu positif Corona.

“Tapi alasan lain mereka dirawat di rumah sakit, juga karena mereka sudah kontak dengan orang tua yang positif. Terbukti, hasilnya anak paling kecil positif Corona juga,” terangnya.

Untuk memastikan kondisi si bungsu dan ibunya yang masih berstatus PDP, keduanya sudah melakukan Swab Test dan tinggal menunggu hasilnya keluar.

“Agar lebih pasti lagi, harus berdasarkan hasil swab test. Sekarang kami sedang tunggu hasilnya. Untuk neneknya positif corona virus, tapi sekarang kondisinya sudah membaik, sesak nafasnya mulai berkurang,” jelasnya.

Soal kekhawatiran berlebih yang dirasakan warga, Hernawan mengaku hal tersebut kemungkinan juga akibat tidak masifnya sosialisasi dan edukasi yang disampaikan pada masyarakat.

“Wajar masyarakat takut merawat keluarga PDP bahkan yang positif namun isolasi di rumah, tapi tidak sampai menelantarkan juga seharusnya. Mungkin edukasi dan sosialisasi tidak sampai ke masyarakat,” tandasnya. (*)

Sumber: detiknews.com

News Feed