by

Sebelum Karantina Wilayah, Ketersediaan Sembako Harus Dipastikan

Batam (HK) – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Nina Mellanie, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam hal ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Batam, sebelum melakukan karantina wilayah, ketersediaan sembako untuk masyarakat harus dipastikan terlebih dahulu.

“Agar jangan sampai nantinya setelah dilakukan kebijakan karantina wilayah tersebut ada menimbulkan polemik,” ucap Nina kepada haluankepri.com, Kamis (2/4/2020) saat dijumpai di kantornya.

Menurutnya Nina, rencana Pemko Batam untuk melakukan karantina wilayah selama 14 hari itu adalah hal yang baik dan pihaknya sangat mendukung agar pencegahan dan memutus rantai penyebaran virus Corona di Kota Batam bisa terselesaikan dengan cepat.

Pasalnya, saat ini kesadaran masyarakat terhadap imbauan yang dilakukan oleh pemerintah agar tetap dirumah bagi yang tidak berkepentingan dan tidak bepergian ketempat ramai, masih minim.

“Saat ini masih banyak masyarakat Kota Batam pergi ke mal, masyarakat sepertinya masih beranggapan Covid-19 ini bukan suatu penyakit yang menakutkan dan membahayakan, baik bagi dirinya maupun orang lain, padahal ini ancamannya adalah kematian,” ungkap politisi Golkar itu.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Batam berencana melakukan karantina wilayah selama 14 hari sesuai hasil rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam bersama FKPD Kota Batam, tokoh masyarakat dan tokoh agama beberapa hari.

Walikota Batam yang juga kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan saat dilaksanakan karantina wilayah itu nantinya, khusus bagi masyarakat yang kurang mampu akan mendapatkan bantua sembako dari pemerintah dan yang ekonomi mampu tidak akan diberikan.

“Sembako itu ada tiga jenis, yakni beras 20 kilogram, gula 3 kilogram dan minyak 2 kilogram untuk 1 bulan. Tahap pertama untuk anggaran sembako yang akan diberikan kepada masyarakat itu ialah dari BP Batam, sedangkan untuk tahap kedua anggarannya dari Pemko Batam,” tuturnya. (dam)

News Feed