by

Ada 238 TKA Berada di PT BAI. Ini Keterangan Kadisnaker Bintan

Bintan (HK) – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Bintan Indra Hidayat menyampaikan pandangannya terkait penularan virus corona kepada perwakilan warga RT 05 Rw 03 Kampung Galang Batang saat pertemuan di gedung Bintan Expo Pamedan Tanjungpinang, Kamis (2/4/2020) siang.

Ia mengatakan kalau virus yang menyebabkan penyakit COVID-19 tersebut tidak akan berjalan keluar kawasan perusahaan menuju pemukiman warga. Sebab, penularan virus corona hanya bisa menular dengan berkontak langsung dengan orang positif corona.

Hal ini ia sampaikan untuk menjawab keresahan warga Kampung Galang Batang yang pemukimannnya berdekatan dengan PT BAI. Indra juga berpesan kepada Ketua RT dan tokoh masyarakat yang hadir saat itu untuk menjelaskan kepada warganya agar tidak panik.

“Tolong juga diedukasi kepada warganya Pak RT. Karena kecemasan itu akan menghambat tubuh dalam memproduksi imun kekebalan tubuh kita,” ujar Indra.

Ia pun buru-buru menyampaikan kalau pernyataannya itu bukan menunjukkan keberpihakan dirinya terhadap PT BAI. Pemda kata dia, tetap mengutamakan masyarakat.

“Ini bukan berarti saya berpihak kepada PT BAI ya, Pak RT,” ujar Indra menjelaskan.

Ditemui usai pertemuan, Indra menjelaskan mengenai peran 39 TKA asal Tiongkok yang baru masuk ke PT BAI melalui pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Selasa (31/3/2020) kemarin.

Ia menyampaikan, kalau para TKA tersebut rencananya akan bekerja sebagai tenaga ahli dalam pembangunan sebuah konstruksi yang materialnya memang langsung diimpor dari China oleh PT BAI.

“Semalam kita sudah konfirmasi kepada perusahaan bahwa mereka untuk memasang produk yang dibeli dari China yang untuk menunjang kegiatan di PT BAI. Konstruksi baja-baja yang dibawa dari sana (China-red) sesuai perencanaan maka mereka (TKA) inilah yang akan mengarahkan pekerja lokal untuk memasangnya sesuai dengan yang sudah direncanakan,” terangnya.

Ia membantah, para TKA yang baru datang akan bekerja sebagai buruh kasar. Bahkan, saat ini terdata sudah ada 238 TKA yang sebagian besar berasal dari China didalam kawasan PT BAI. Jumlah tersebut belum final sebab, kata Indra, para TKA di 14 subcon yang ada di PT BAI belum terdata sepenuhnya.

Bahkan Ia beranggapan kalau isu-isu yang selama ini beredar luas soal TKA dipekerjakan sebagai buruh kasar di PT BAI keliru. Indra menilai para pekerja lokal didalam yang menyampaikan kabar tersebut hanya berdasarkan pandangan dari sudut lapangan.

“Secara aturan kami yakin Kementrian Ketenagakerjaan tidak mungkin meloloskan untuk tenaga kerja kasar. Karena kementrian sudah menentukan ketentuan sendiri,” kata Indra.

Pemulangan 10 dari 39 TKA asal Tiongkok di PT BAI dikecam warga, sebab mereka khawatir para TKA akan membawa bencana yakni penularan virus corona kepada warga disekitar perusahaan.

Elias salah seorang tokoh masyarakat Kampung Galang Batang menyampaikan keresahan warga lantaran masih ada 29 TKA asal Tiongkok yang masih berada didalam kawasan PT BAI.

“Kita meminta mereka (TKA) jangan ada lagi dikawasan itu lagi,” ungkap Elias.

Hal senada juga diungkapkan Ketua RT 05 Rw 03 Kampung Galang Batang Sugiyanto. Ia lelah didatangi warganya yang ketakutan dengan adanya paparan virus corona yang dibawa para TKA asal negeri tirai bambu.

“Kami menyampaikan apa yang menjadi keresahan warga. Kalau memang ada ruangan khusus disana, ditempatkanlah. Akan tetapi tetap saja masih berpotensi menularkan kepada pekerja lokal didalam sana,” ujarnya. (oxy)

News Feed