by

Siapa Pesepakbola yang “Dicintai” Trofi Liga Champions?

Tampil di pentas Liga Champions merupakan satu kebanggan bagi seorang pesepakbola. Tahukah siapa pemain yang paling sering mengangkat Si Kuping Lebar dengan klub yang berbeda?

Dia adalah Clarence Seedorf. Pesepakbola ini ini merupakan satu-satunya pemain yang mampu mengangkat trofi Liga Champions dengan tiga kostum berbeda.

Seedorf sudah mengangkat trofi Liga Champions ketika usianya baru 19 tahun. Bersama Ajax Amsterdam, Seedorf menamatkan perlawanan AC Milan dengan skor tipis 1-0 di babak final.

Seedorf tampil sebagai pemain inti di laga tersebut dengan berduet bersama Edgar Davids sebagai jangkar lini tengah Ajax.

Setelah jadi juara bersama Ajax, Seedorf mengambil langkah mengejutkan dengan bergabung bersama Sampdoria. Semusim di Sampdoria, Seedorf memutuskan hijrah ke Real Madrid setelah digoda oleh Fabio Capello.

Capello baru yang baru saja datang ke Real Madrid menyadari butuh tenaga Seedorf untuk membangkitkan kekuatan Los Blancos yang tenggelam oleh Barcelona di awal dekade 90-an.

Seedorf akhirnya menjelma jadi bagian penting Los Blancos. Meski Capello hanya bertahan satu musim di Madrid, Seedorf benar-benar jadi andalan Real Madrid.

Clarence Seedorf berhasil memenangkan trofi Liga Champions 1998 bersama Real Madrid.

Setelah Guus Hiddink datang ke Real Madrid, Seedorf justru merasa tersisihkan dari pola permainan pilihan pelatih asal Belanda tersebut. Seedorf lalu pindah ke Inter Milan dan kembali berlaga di Italia.

Meski tim Inter Milan bertabur bintang, Seedorf masuk dalam generasi bintang yang gagal mempersembahkan trofi untuk Nerazzurri.

Dalam kondisi sulit, Seedorf memutuskan pindah ke AC Milan dalam transfer pertukaran yang melibatkan Francesco Coco. Bersama Milan, Seedorf justru menemukan tempat terbaik untuk dirinya.

Milan jadi tim yang paling lama dibela Seedorf dalam kariernya. Trio gelandang bersama Andrea Pirlo dan Gennaro Gattusso membuat Milan jadi tim yang disegani di Italia dan Eropa.

Seedorf pun berhasil memperoleh dua gelar Liga Champions bersama Rossonerri pada tahun 2003 dan 2007. Di tahun 2003, Juventus lagi-lagi harus gigit jari menghadapi tim yang diperkuat oleh Seedorf.

Seedorf tidak pernah jadi pemain terbaik namun Seedorf adalah sosok pemain yang akan selalu diidamkan banyak pelatih di dalam timnya.

Para pelatih akan selalu jatuh cinta pada mobilitas Seedorf. Seperti halnya trofi Liga Champions yang selalu cinta dan jatuh pada pelukan Seedorf, bahkan ketika seragam Seedorf sudah beberapa kali berganti warna.*

(sumber: cnnindonesia.com)

News Feed