by

Satu PDP Positif Corona di Karimun Melalui ‘Alat Tes Cepat’

Karimun (HK) – Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) di Karimun positif corona melalui rapid test (alat tes cepat) pada, Selasa (31/3/2020).

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi kepada haluankepri.com Rabu(1/4/2020) pagi.

“Memang, ada satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif (corona) melalui rapid test,” ujar Rachmadi.

Namun, katanya, hasil positif melalui rapid test bukan berarti hasilnya benar-benar positif. Pasien tersebut harus dilakukan tes swab atau PCR lagi.

“Rapid test itu kan baru screening awal. Setelah itu pasien akan dilakukan tes menggunakan metode PCR atau swab ke Balitbangkes, Jakarta. Pasien tersebut masuk ruang isolasi dan langsung swab,” jelasnya.

Rachmadi belum menjelaskan berapa orang yang sudah menjalani paid test tersebut. Dia masih menghitung jumlah pastinya.

“Berapa jumlahnya (jalani rapid test) masih saya hitung ya. Nanti takut salah,” katanya.

Pasien dalam pengawasan (PDP) dan beberapa tenaga medis di RSUD M Sani, khususnya yang bertugas di ruang isolasi pasien suspect dan positif corona, Selasa (31/3/2020) menjalai pemeriksaan corona menggunakan alat tes cepat (rapid test).

“Rapid test sebagian hari ini sudah dilakukan. Cumaa saya belum dapat hasil laporannya, nanti sore mungkin sudah keluar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi ketika dikonfirmasi via ponselnya.

Sebelumnya, Rachmadi mengatakan, pengecekan corona menggunakan rapid test diutamakan dulu bagi PDP, kemudian tenaga kesehatan. Setelah itu, baru menyusul orang dalam pemantauan.

Dijelaskan, pemeriksaan cepat juga akan dilakukan kepada ODP yang keluarganya sudah positif. Termasuk juga keluarga yang semuanya masuk kategori ODP.

Rachmadi menyebut, untuk petugas rumah sakit yang akan menjalani pengecekan rapid test tersebut sekitar 25 orang. Semuanya, bertugas di RSUD M Sani.

Sementara, untuk PDP jumlahnya sebanyak 4 orang. Sedangkan, jumlah ODP belum bisa ditentukan karena jumlahnya terus bertambah setiap harinya.

“Berapa jumlah ODP yang akan di cek belum bisa dipastikan, karena datanya setiap hari berubah terus,” jelasnya.

Dikatakan, satu orang menjalani cek menggunakan rapid sebanyak dua kali. Jika hari ini dilakukan pengecekan, maka sekitar 10 hari lagi akan di cek kembali.

Rachmadi menjelaskan, teknis pengecekan menggunakan rapid test adalah dengan pengambilan sampel darah kepada seseorang yang dicek oleh petugas laboratorium. Cara kerjanya, hampir sama dengan pengecekan malaria. (ham)

News Feed